#
Ilustrasi. Foto : Standard Chartered

Inovasi Digital Standard Chartered Tidak Tinggalkan Sentuhan Manusia

EmitenNews – Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) memastikan peran penting manusia tetap terjaga dalam setiap inovasi teknologi yang dikembangkan. Salah satu bank multinasional itu meyakini sentuhan personal tetap penting meski sektor keuangan semakin dalam memasuki era digital.

Head of Digital Banking Standard Chartered Bank Indonesia Andrey Mongi mengatakan faktor manusia tetap dibutuhkan dalam pengembangan layanan bank secara digital. ”Hal penting lain yang diterapkan oleh Standard Chartered Bank Indonesia adalah memastikan faktor “manusia” tetap mendukung layanan digital. Teknologi adalah sebuah alat, namun yang jauh lebih penting adalah manusia yang ada di belakangnya,” tegasnya, dalam keterangan resmi, hari ini (03/07).

Di era digital dimana teknologi menawarkan kemudahan dan kenyamanan, menurutnya, peran ‘orang’ menjadi krusial untuk memastikan nasabah mendapatkan pengalaman terbaik yang mengawinkan atribut terbaik dari in-person dan online banking.

Memang, kata Andrey, Standard Chartered saat ini terus mengembangkan teknologi dan digital terutama untuk memberikan layanan kepada nasabah. Namun pada saat yang sama teknologi juga dikembangkan untuk membantu karyawan bank dalam meningkatkan pelayanan kepada nasabah.

Teknologi dan digital bisa memudahkan karyawan untuk memberikan informasi yang lebih cepat kepada nasabah. ”Membantu menjawab permasalahan dengan lebih cepat sehingga dapat menciptakan pengalaman yang seamless dan akhirnya memberikan nilai tambah bagi keseluruhan proses,” terusnya.

Beberapa inovasi dalam dunia teknologi digital yang dilakukan Standard Chartered di antaranya dengan meluncurkan Straight2Bank Wallet, layanan mobile pertama untuk klien korporat di Indonesia untuk dapat melakukan pembayaran non-tunai kepada penerima yang mempunyai rekening bank ataupun tidak.

Dana akan diterima secara elektronik melalui dompet elektronik ‘Dompetku’ dari Indosat. Layanan itu dapat menggantikan pembayaran tunai yang beresiko tinggi dengan menggunakan sistem pembayaran digital yang efisien dan aman.

Layanan itu juga diklaim mampu memberi keuntungan dari sisi efisiensi rekonsiliasi dan juga mengurangi risiko penipuan dan pencurian yang terkait dengan pembayaran tunai.

Selain itu, Standard Chartered merupakan salah satu bank pertama yang menyuguhkan fitur Touch ID Login (login dengan sidik jari) pada layanan mobile banking SC Mobile bagi nasabah retail. Dengan adanya fitur ini, nasabah bisa login ke dalam SC Mobile dengan menggunakan sidik jari tanpa menggunakan username dan password.

Inovasi itu disediakan pada dua platform mobile pada telepon genggam berbasis iOS maupun Android. Inovasi lainnya dalam layanan mobile banking Standard Chartered adalah aplikasi The Good Life, yang dapat memberikan informasi penawaran dari kartu kredit sekaligus memberitahukan lokasi dari merchant yang sedang memberikan penawaran khusus (promo).

Inovasi digital dilakukan Standard Chartered terutama di Indonesia tidak terlepas dari potensi besar yang sudah ada. Dari sekitar 255 juta penduduk Indonesia, lebih dari 60 juta merupakan pengguna aktif telepon genggam, 88 juta adalah pengguna internet aktif , dan 74 juta merupakan pengguna sosial media aktif.

Hanya saja, angka fantastis itu masih berbanding terbalik dengan jumlah penduduk dewasa Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan formal yang jumlahnya baru mencapai sekitar 36 persen dari total populasi penduduk.

Meski begitu pihaknya meyakini pertumbuhan teknologi yang begitu pesat di Indonesia secara perlahan namun pasti mulai mendorong transformasi digital di sektor keuangan, termasuk perbankan.

Meski berada di dalam lingkungan yang diatur secara ketat oleh regulasi, pelaku usaha terus berupaya menciptakan inovasi digital tidak hanya untuk memberikan nilai tambah dan pengalaman terbaik bagi nasabah, namun juga untuk menjawab tantangan inklusi keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan.

”Kami percaya bahwa teknologi mampu membantu mentransformasi interaksi antara bank dengan pemangku kepentingan, termasuk klien dan nasabah, menjadi lebih baik. Melalui inovasi digital yang tepat, kami mengadopsi teknologi dalam seluruh proses, sehingga kegiatan perbankan akan menjadi lebih mudah, cepat, nyaman, dan tetap aman,” ucap Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro.

Kenyamanan dan keamanan menjadi fokus utama Standard Chartered dalam melakukan inovasi digital. Untuk memastikan kenyamanan, perusahaan terus memantau kebutuhan nasabah melalui interaksi mereka dengan bank kemudian mengembangkan layanan digital untuk kebutuhan tersebut.

Di sisi lain, perkembangan tren, baik teknologi perbankan maupun teknologi pendukung lainnya (seperti teknologi mobile phone), juga menjadi salah satu pertimbangan dalam mengembangkan layanan digital.

Check Also

Jelang Resesi Ekonomi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi Pemulihan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan melaksanakan fungsi countercyclical yang efektif pada kuartal ketiga tahun 2020 untuk menjaga stabilitas sistem keuangan

EmitenNews.com – Jelang resesi ekonomi, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi. Kementerian Keuangan mempersiapkan pemulihan ekonomi Indonesia …

%d bloggers like this: