#
Presiden Jokowi menginginkan dalam dua pekan ke depan pemerintah menggalakkan kampanye penggunaan masker demi pencegahan virus corona baru. Ia meminta PKK, yang diketuai istri Mendagri Tito Karnavian menjadi ujung tombak kampanye itu. (Dok. Minews).

Istri Mendagri dapat Tugas Khusus dari Presiden jadi Ujung Tombak Kampanye Pencegahan Covid-19
Presiden Joko Widodo menginginkan dalam dua pekan ke depan pemerintah menggalakkan kampanye penggunaan masker demi pencegahan virus corona baru di Tanah Air

EmitenNews.com – Tri Suswati, istri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, selaku Ketua Tim Penggerak PKK, mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo. Presiden meminta keterlibatan istri para pejabat yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi ujung tombak kampanye pencegahan penyebaran virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19.

Dalam pengarahannya pada rapat terbatas seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/8/2020), Presiden Jokowi menginginkan dalam dua pekan ke depan pemerintah menggalakkan kampanye penggunaan masker demi pencegahan virus corona baru. Ia kemudian meminta PKK, yang diketuai istri Mendagri Tito Karnavian menjadi ujung tombak kampanye itu. “Saya kira PKK ini juga sangat efektif untuk door to door urusan masker.”

Istri Mendagri Tito Karnavian, Tri Suswati, Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK 2019-2024. Dia menggantikan Erni Guntarti, istri Mendagri sebelumnya Tjahjo Kumolo.

Melihat perkembangan kasus covid-19 yang mengkhawatirkan, Presiden Jokowi menggaungkan kampanye pemakaian masker itu, sebagai upaya penerapan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Ia berharap dalam dua minggu ke depan jajarannya fokus mengkampanyekan perubahan perilaku sehingga kasus infeksi virus yang kabarnya berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, bisa segera dikendalikan.

Kepala Negara menilai pelibatan ibu-ibu PKK yang memiliki jaringan sampai ke pelosok Tanah Air, sangat efektif mengkampanyekan protokol kesehatan. Menurut eks Wali Kota Solo ini, untuk masyarakat bawah, memerlukan pendekatan berbeda dengan warga menengah ke atas. Kampanye paling efektif,  melalui door to door, bertemu langsung dengan masyarakat, seperti biasa dilakukan anggota Tim Penggerak PKK.

Dua minggu berikutnya, kampanye jaga jarak atau cuci tangan. Jadi, terpisah. Tidak dicampur urusan cuci tangan, jaga jarak, dan imbauan tidak berkerumun, dengan kampanye pakai masker. Kalau disatukan, atau barengan mungkin masyarakat menengah atas bisa mengerti bahasa kampanye. Tetapi, yang di bawah memerlukan pendekatan lain, harus ditemui satu per satu.

Presiden prihatin melihat korban pandemi covid-19, yang terus bertambah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada laman www.covid19.go.id,  Senin sore, mengumumkan, penderita infeksi virus corona di Indonesia bertambah 1.679 orang, sehingga totalnya menjadi 113.134 Orang.

Data yang sama juga menyebutkan kasus meninggal dunia bertambah 66 orang. Dengan begitu total penderita infeksi virus corona yang tutup usia di Tanah Air mencapai 5.302 orang. Jumlah kasus sembuh dari covid-19 juga, bertambah 1.262 orang. Jadi, totalnya ada 70.237 orang sembuh dan negatif virus Corona. ***

 

Check Also

Kementerian Kesehatan jadi Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta
Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi menjelaskan, kemungkinan pegawai Kemenkes tertular virus corona ketika berada di luar kantor, seperti di halte atau transportasi publik

EmitenNews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi klaster terbesar penyebaran virus corona penyebab coronavirus disease 2019 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: