#

Kabar Buruk, Sejumlah Gerai Ritel Giant di Jabodetabek Ditutup Total 28 Juli 2019. Ini Penjelasan Manajemen
Enam ritel modern Giant menjual habis barang-barangnya dengan diskon besar-besaran sampai 50 persen sebelum akhirnya ditutup total

EmitenNews.com – Ini kabar buruk. Sejumlah gerai ritel Giant di Jabodetabek ditutup 28 Juli 2019. Sebelumnya, toko milik PT Hero Supermarket Tbk itu, menjual habis barang-barangnya dengan menggelar diskon 5-50 persen. Tak pelak, pengunjung membludak berburu barang diskon. Mulai dari makanan, peralatan memasak, alat elektronik, alat mandi, dan lain sebagainya.

“Diskon diberikan mulai dari 5 persen hingga 50 persen. Kami tutup. Diskon semua harga. Semua harus terjual habis!” begitu yang tertulis pada poster-poster di gerai Giant.

Dari informasi yang beredar di media sosial, Minggu (23/6/2019), Gerai Ritel modern Giant akan menutup enam tokonya di wilayah Jabodetabek, 28 Juli 2019. Enam toko itu, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Rata-rata para karyawan baru mengetahui kepastian rencana penutupan itu, Rabu sebelumnya. Tentu saja mereka kaget. Pasalnya, sejauh ini belum ada kepastian tentang nasib mereka. Mereka menunggu apa saja kompensasi yang akan diberikan pihak perusahaan atas pemutusan kontrak atau PHK itu.

Sementara itu, antusiasme masyarakat begitu besar menyambut pesta diskon dalam rangka penutupan gerai itu. Ibu-ibu, dan bapak-bapak meramaikan pesta diskon yang digelar. Antrean kasir sampai mengular hingga separuh dari panjang toko. Para pengunjung beramai-ramai antre dengan kereta dorong berisi banyak barang yang diborong.

PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) sebelumnya telah menutup total 26 gerai ritelnya. Keputusan berat itu diambil, seiring dengan lesunya bisnis makanan dagangan Hero. Sedikitnya, 532 orang karyawan dirumahkan oleh manajeman ritel modern yang berdiri pada 1971 itu.

Kepada pers, Minggu (13/1/2019), Corporate Affairs GM Hero Supermarket Tony Mampuk mengatakan, manajemen perseroan melakukan efisiensi demi keberlanjutan bisnis grup. Keputusan penutupan itu dilakukan, karena beban operasional tinggi, sehingga kerugian semakin besar.

Hero Supermarket mencatat penurunan total penjualan menjadi Rp9,84 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp9,96 triliun. Penjualan pada bisnis makanan oleh Giant dan Hero lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, yang membuat keputusan penutupan itu dilakukan. ***

 

 

Check Also

Ketua Umum Apindo Khawatirkan Menurunnya Daya Beli Masyarakat
Hariyadi Sukamdani: Kalau impor turun secara keseluruhan apalagi impor bahan bakunya, berarti memang ada perlambatan pertumbuhan ekonomi

EmitenNews.com – Daya beli masyarakat menurun. Itu yang dilihat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *