#

Kasus AISA, Investor Retail Pertanyakan Tanggung Jawab OJK

EmitenNews.com -Kelompok pemegang saham ritel dengan kepemilikan mencapai 6 persen di PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yang bernama Forum Investor Retail Aisa (Forsa) menilai bahwa Otoriras Jasa Keuangan (OJK) berharap mendapatkan titik terang terhadap kasus AISA yang merugikan para investor.

Ketua Forsa, Deni Alfianto Amris meminta agar OJK lebih proaktif dalam menindaklanjuti proses pemeriksaan dan penyidikan, agar kasus pidana mengenai penggelapan, manipulasi dan dugaan penggelembungan laporan keuangan yang dilakukan mantan jajaran direksi AISA.

“Kami mencium ada pergeseran soal kasus ini yang terlihat dari adanya penangguhan penahanan mantan direksi AISA. Hal ini dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti dan kabur ke luar negeri. OJK sangat rapuh, tidak proaktif dan seperti menutup mata,” ujar Deni di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (17/7).

Menurutnya, OJK juga tidak mau mendengarkan temuan-temuan Forsa yang memiliki 6 persen saham di AISA. Sehingga pihaknya merasa kecewa sebagai investor yang berinvestasi di pasar modal Indonesia seperti tidak terlindungi oleh pemerintah.

“OJK sama sekali tidak menggunakan kekuatan POJK 22 untuk menyelidiki kasus ini. Hal ini yang membuat kami miris, sementara ada dorongan supaya emiten bertambah,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Peraturan OJK 22/POJK.01/2015 tentang Penyidikan Tindak Pidana di Sektor Jasa Keuangan mengamanatkan agar OJK melakukan penyidikan secara cepat, berbiaya ringan dan sederhana untuk membuat terang tindak pidana di sektor jasa keuangan dan memperkuat stabilitas keuangan.

Pihkanya memandang, adanya penangguhan penahanan terhadap mantan direksi AISA semakin menunjukkan rapuhnya sistem pengaturan dan pengawasan di industri pasar modal.

“Kasus ini akan menjadi bom waktu, karena menyangkut instabilitas ekonomi dan menghilangkan kepercayaan investor,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang investor saham AISA Daisy Anggraeni mengatakan, ketertariakan untuk berinvestasi saham bermula dari program BEI, Yuk Nabung Saham. Namun, dirinya merasa kecewa terhadap pemerintah dan otoritas pasar modal seperti tidak terlindungi sebagai konsumen.

“Saya sudah tergiur dengan program Yuk Nabung Saham dan berinvestasi di AISA, tetapi setelah ada kasus ini OJK tidak melindungi kami,” ujar Daisy.

Dia mengaku telah meminta perlindungan kepada OJK sejak Juni 2018 melalui surat tertulis, namun hingga saat ini belum ada respons dari OJK. Daisy menilai, dirinya sudah menjadi korban dari program Yuk Nabung Saham. “Keinginan OJK yang mendorong jumlah emiten untuk terus bertambah, menjadi tidak inline jika melihat kasus ini,” imbuhnya.

Daisy menambahkan, secara personal dirinya telah mengadu kepada OJK melalui komisi bidang Edukas dan Perlindungan Konsumen  yang dipimpin Tirta Segara. Selanjutnya bersama Forsa yang terdiri dari16.000 investor ritel telah mengadu ke OJK melalui jalur penyidikan.

“Bahkan kami juga sudah mengadu ke Kementerian Keuangan, tetapi belum ada tanggapan,” tandasnya.(Romys)

Check Also

Tunas Baru Lampung (TBLA) Targetkan Penjualan Naik 10 Persen Jadi Rp10 Triliun. Ini Pendorongnya

EmitenNews.com – PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menargetkan penjualan di 2020 naik 10 persen …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: