Kembangkan Pasar Modal Syariah, BEI Terima Dua Penghargaan di Sarajevo

RS gen

Foto, Regulator Update, Self Regulatory Organizations (SRO) Tuesday, 2nd October 2018 5:05:32 PM • 3 weeks ago


EmitenNews– Bursa Efek Indonesia (BEI) raih dua penghargaan pada ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA). Pengakuan prestasi global itu diberikan untuk kategori The Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year 2018dan The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year 2018.

Khusus untuk kategori The Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year 2018, BEI meraihnya untuk kali ketiga beruntun sejak 2016.

Kedua penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi dalam acara The 8th Global Islamic Finance Awards Ceremonydi Hotel Hills Sarajevo, Boznia-Herzegovina, Sabtu (29/09).

”Diraihnya dua kategori Penghargaan GIFA 2018 ini menunjukkan pengakuan dan penghargaan global atas komitmen, konsistensi, dan kerja keras BEI bersama para stakeholders terkait dalam mengembangkan industri pasar modal syariah Indonesia,” Hasan mengungkapkan.

GIFA diselenggarakan oleh EdBiz Consulting yang berkantor pusat di London dan merupakan salah satu penghargaan internasional yang paling independen dan prestisius di industri keuangan syariah dunia.

Pemilihan nominasi dan proses seleksi GIFA disebut dilakukan secara transparan oleh pihak ketiga yang profesional dan independen.

Tahun 2018 adalah penyelenggaraan Penganugerahan GIFA kali kedelapan sepanjang penghargaan tersebut digelar.

Selama tujuh tahun terakhir, BEI dinilai telah berhasil mendorong perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia dengan melakukan berbagai inisiatif dan kegiatan pengembangan bersama para stakeholders terkait.

Hal ini membuahkan hasil pasar modal syariah Indonesia memeroleh pencapaian-pencapaian, seperti menjadi satu-satunya pasar modal syariah di dunia yang mempunyai fatwa khusus tentang transaksi saham syariah di Bursa Efek yaitu Fatwa DSN MUI No. 80 Tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

”Tidak hanya itu, BEI adalah Bursa Efek pertama di dunia yang mengembangkan sistem transaksi secara online yang memenuhi prinsip syariah (Shariah Online Trading System – SOTS) yang dapat memudahkan investor untuk melakukan transaksi saham sesuai syariah,” terusnya.

Dua penghargaan dari GIFA 2018 diterima BEI. Foto: BEI

 

Pasar modal Syariah Indonesia merupakan salah satu industri pasar modal yang mempunyai Islamic Windows Securities Companies terbanyak dengan pertumbuhan yang cepat di dunia.

Dalam kurun waktu tujuh tahun telah terdapat 13 Perusahaan Efek yang sudah menerapkan Syariah Online Trading System (SOTS), yaitu Indopremier Sekuritas, Daewoo Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Panin Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Phintraco Sekuritas, Sucor Sekuritas, FAC Sekuritas, MNC Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, Phillip Sekuritas, dan RHB Sekuritas.

Pencapaian lain Pasar modal Syariah Indonesia, yaitu memiliki tiga indeks saham syariah yaitu: Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII) dan JII-70 dan merupakan satu-satunya di dunia yang mengembangkan produk inovatif yang menggabungkan filantropi Islam dengan Efek syariah di mana saham syariah sebagai obyek filantropi (zakat/sedekah/infak).

Pertumbuhan jumlah investor syariah di pasar modal Indonesia signifikan dengan rata-rata kenaikan kenaikan 122 persen per tahun.

Per Agustus 2018, investor saham syariah telah mencapai 35.506 investor atau 4,7 persen dari total investor saham di Pasar Modal Indonesia (750.192).

Artinya, sejak dari 2014 (2.705 investor syariah) sampai dengan Agustus 2018, investor syariah Indonesia telah meningkat sebesar 1.213 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *