Kemenkeu Siapkan Green Sukuk Biayai Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Harmonisasi Kebijakan

andi baco

Ekonomi Update, Makro & Moneter Tuesday, 9th October 2018 3:09:17 PM • 2 weeks ago


EmitenNews – Tema lingkungan hidup ikut menjadi pembahasan penting dalam Pertemuan Tahunan IMF -WBG di Bali. Salah satu yang menjadi pembahasan yakni  pembiayaan kegiatan penanggulangan perubahan iklim dengan menggunakan instrumen baru yang disebut Green Sukuk.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Green Sukuk adalah instrumen pembiayaan sangat penting bagi kelestarian lingkungan hidup. “Sekecil apapun langkah yang dapat saya lakukan untuk menjaga lingkungan ini maka saya akan lakukan,” tegas Menteri Keuangan pada seminar “Green Finance for Sustainable Development” di Hotel Nusa Dua, Bali Selasa (09/10).

Sri Mulyani tampil bersama Wakil Presiden World Bank Treasury, Arunma Oteh. Seminar ini membahas bagaimana pemerintah bersama-sama dengan pihak swasta di seluruh dunia harus bersama-sama menjaga lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tantangan kita adalah bagaimana agar pembangunan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan” lanjut Sri Mulyani.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan, pemerintah perlu mengharmonisasi kebijakan untuk mendorong langkah itu. Karenanya, Kementerian Keuangan mengeluarkan instrumen investasi baru untuk pembiayaan berkelanjutan, yaitu Green Sukuk.

Green Sukuk merupakan cara baik dan menjanjikan untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang berkaitan dengan program lingkungan hidup. “Dunia sedang berkonsentrasi kepada proyek-proyek yang berbasis kesinambungan, terutama pada tema-tema lingkungan dan penghijauan. Dan kemudian Green Sukuk hadir diprakarsai pertama kali oleh Indonesia.” Jelas Arunma Oteh.

“Apabila Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan terkait lingkungan hidup, maka akan banyak investor dunia yang tertarik,”lanjut Arunma Oteh.

Indonesia memangtercatat sebagai pionir dalam penerbitan obligasi hijau di kawasan Asia Tenggara melalui penerbitan Green Sukuk senilai USD1,25 miliar pada bulan Maret 2018.

Transaksi ini merupakan penerbitan Green Sukuk pertama kalinya di dunia yang dilakukan oleh negara (the worlds first sovereign green sukuk).

Selain semakin memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global, penerbitan Green Sukuk ini juga merupakan manifestasi komitmen Indonesia pada Paris Agreement yang diratifikasi pada tahun 2016 dalam rangka mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih rendah karbon dan tahan atas perubahan iklim.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *