#
Ilustrasi pertanian rakyat. Pemerintah menyiapkan Rp50 triliun untuk KUR sektor pertanian. Jumlah naik dari serapan KUR sektor pertanian tahun lalu yang hanya Rp30 triliun. Presiden Joko Widodo mengingatkan petani, untuk memanfaatkan program KUR dalam berusaha. Fasilitas itu bisa jadi modal menggarap perkebunan. (Dok. Pertanianku).

Kementan Targetkan Pembiayaan Sektor Pertanian Rp50 Triliun Terserap Melalui Skema KUR

EmitenNews.com – Kementerian Pertanian menargetkan pembiayaan sektor pertanian Rp50 triliun terserap melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Target ini meningkat hampir 2 kali lipat dari realisasi KUR sektor pertanian tahun 2019, sekitar Rp30 triliun. Ada beberapa perubahan kebijakan untuk mencapai target besar itu.

“Antara lain menurunkan suku bunga dari 7 persen menjadi 6 persen dan peningkatan plafon maksimum KUR dari Rp25 Juta menjadi Rp50 Juta. Dengan kebijakan baru diharapkan menarik lebih banyak pelaku usaha tani untuk berpartisipasi dan mengakses program KUR,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Mulyadi Hendiawan dalam Rapat Teknis (Ratek) Pengelolaan Anggaran Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun Anggaran 2020 (Wilayah I), di Hotel Aryaduta, Palembang, 12-14 Februari 2020.

Secara keseluruhan Sekretaris Ditjen PSP Kementan, Mulyadi Hendiawan menyebutkan Kementan telah menetapkan 5 fokus utama kebijakan. Antara lain, Aspek Pembiayaan, Aspek Lahan, Aspek Alsintan, Aspek Pupuk dan Pestisida dan Aspek Irigasi.

“Aspek pembiayaan, fokus pada perlindungan usaha tani melalui asuransi pertanian, fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor Pertanian, dan inisiasi bank pertanian,” ujar Mulyadi dalam pembukaan Ratek, Rabu (12/2/2020).

Fokus aspek lahan meliputi perlindungan lahan melalui Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), pemetaan lahan pertanian, optimasi lahan rawa dan kering, serta perluasan lahan. Jadi, selain terus mengoptimalkan lahan rawa dan kering, juga terus berupaya melawan terjadinya alihfungsi lahan pertanian melalui LP2B.

Aspek Alsintan meliputi modernisasi pertanian melalui mekanisasi pertanian prapanen. Seperti Traktor R-2, Traktor R-4, Pompa Air, Rice transplanter, Chopper, Cultivator, dan lain sebagainya.

Ada perubahan dalam sistem pengadaan. Mekanisme bantuan penyediaan alsintan prapanen tidak lagi di daerah tetapi seluruh pengadaan bantuan alsintan prapanen menjadi wewenang pusat. Alokasi anggaran bantuan alsintan sebesar Rp1,169 triliun.

Mulyadi menyebutkan, program bagi-bagi Alsintan gratis akan dikurangi. Menurutu dia, hanya yang memenuhi kriteria tertentu yang mendapatkan bantuan. Selebihnya didorong memanfaatkan KUR untuk kepemilika alsintan.

Untuk aspek pupuk dan pestisida, Ditjen PSP fokus pada penyaluran pupuk bersubsidi, unit pengolah pupuk organik (UPPO), dan bantuan pupuk organik. Dia berharap, permasalahan pendistribusian pupuk tidak ada terjadi lagi. Mulyadi menyebutkan, ketersediaan pupuk bersubsidi aman.

“Kami minta Pemda memenuhi kebutuhan pupuk petani yang memang berhak,” tambahnya.

Aspek irigasi akan fokus pada pengembangan sumber-sumber air irigasi, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), Embung/Dam Parit/Longstorage, Irigasi Perpompaan/ Perpipaan. Kementan mencatat, kegiatan irigasi tahun lalu sangat bagus. Serapan anggaran juga mencapai target. Karena itu, dalam tahun 2020 ini akan digiatkan lagi. ***

 

Check Also

Kanya Lakshmi Sidarta: Investor Disarankan Lirik Saham Berfundamental Kuat dan Liquid

EmitenNews.com – Investor disarankan melakukan pembelian pada saham-saham berfundamental kuat dan juga liquid. Anjloknya Indeks …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: