#
Ilustrasi pupuk di gudang. Kementerian Pertanian membuka sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) tiap tanggal 20 hingga 25 setiap bulan. Tujuannya, menindaklanjuti keterlambatan pemerintah daerah dalam menginput data kebutuhan pupuk. (Dok. Bangsa Online).

Kementerian Pertanian Buka Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tiap Tanggal 20-25
Jika terdapat kelangkaan pupuk subsidi bisa hubungi nomor HP 081224281914, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengawasan Pupuk dan Pestisida atas nama Endah

EmitenNews.com – Kementerian Pertanian membuka sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) tiap tanggal 20 hingga 25 setiap bulan. Tujuannya, menindaklanjuti keterlambatan pemerintah daerah dalam menginput data kebutuhan pupuk dengan memberikan waktu bagi data yang belum tertampung. Data itu direkap sebagai tambahan kuota daerah itu.

Dalam keterangannya yang dikutip Senin (17/2/2020), Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhi mengatakan, bila terjadi ketimpangan dalam alokasi pupuk di suatu wilayah, misal di kecamatan atau desa, Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota dapat menggesernya.

Menurut Sarwo Edhy, jika terdapat pergeseran antarkabupaten, ditetapkan Kadis Pertanian Provinsi. Apabila pergeseran kuota antarprovinsi, ditetapkan oleh Dirjen PSP atas nama Menteri Pertanian. Jika terdapat kelangkaan pupuk untuk petani atau kelompok tani di suatu desa, sebaiknya segara dilaporkan ke penyuluh atau kepada Dinas Pertanian setempat.

“Lainnya, bisa juga hubungi kami di nomor HP 081224281914, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengawasan Pupuk dan Pestisida atas nama Endah, agar segera ditindaklanjuti secepat mungkin,” ujar Sarwo Edhy.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian No 01 Tahun 2020, eRDKK berbasis NIK. Subsidi tidak lebih dari dua hektare per petani dan musim tanam, serta petani tersebut harus masuk dalam kelompok tani.

Program eRDKK diluncurkan sebagai bagian dari pertanggungjawaban Kementan untuk menepis isu kelangkaan pupuk bersubsidi dan memastikan stoknya cukup untuk tahun 2020. Keterlambatan pemerintah daerah dalam menginput data melalui eRDKK menyebabkan petani tidak dilayani kios karena tidak terdaftar dalam eRDKK.

Data PT Pupuk Indonesia menunjukkan, pupuk bersubsidi yang akan disalurkan dalam tahun 2020 adalah 7,949 juta ton. Namun, realisasi sampai Jumat (14/2/2020) baru 1,43 juta ton atau 17,98 persen. Berdasarkan data tersebut, Sarwo Edhy menjamin, stok pupuk bersubsidi masih sangat aman. ***

 

Check Also

Kurva Pandemi Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat, Jumat Ini Bertambah 678 jadi 25.216 Pasien
Achmad Yurianto: berdasarkan hasil pemeriksaan 10.639 spesimen menggunakan mesin PCR dan TCM, total yang sudah diperiksa hingga hari ini 300.545 spesimen

EmitenNews.com – Kurva epidemi kasus virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) di Indonesia terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: