#
Lahan pertanian yang mengalami dampak kekurangan air pada musim kemarau 2019 umumnya sawah tadah hujan. Lainnya sawah yang mengandalkan irigasi teknis dari bendung yang bergantung pada debit air sungai. (Dok. Media Indonesia).

Kementerian PUPR Siapkan Langkah Antisipasi Musim Kemarau
Data BMKG menunjukkan, puncak musim kering diperkirakan Agustus 2019 dengan cakupan 52,9 persen wilayah Indonesia terpapar musim kering

EmitenNews.com – Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi mengatakan lahan pertanian yang mengalami dampak kekurangan air pada musim kemarau 2019 umumnya sawah tadah hujan. Lainnya sawah yang mengandalkan irigasi teknis dari bendung yang bergantung pada debit air sungai. Kementerian PUPR menyiapkan langkah antisipasi musim kemarau.

Untuk irigasi teknis yang mendapat jaminan air bendungan atau irigasi premium masih mendapat pasokan air yang cukup. Dari 16 waduk utama dengan kapasitas minimal 50 juta meter kubik, 10 waduk dalam kondisi di bawah rencana dan 6 waduk lainnya dalam kondisi normal.

“Waduk dengan kondisi di bawah rencana akan mengalami penyesuaian pola tanam yang pengaturannya ditentukan oleh perkumpulan petani pengguna air atau P3A,” ujarnya dalam siaran persnya, Sabtu (13/7).

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menunjukkan, puncak musim kering diperkirakan berlangsung pada Agustus 2019 dengan cakupan 52,9 persen wilayah Indonesia terpapar musim kekeringan.

Kementerian PUPR terus melakukan pemantauan terhadap kondisi 16 waduk utama tersebut. Yaitu Jatiluhur, Cirata, Saguling, Kedungombo, Batutegi, Wonogiri, Wadaslintang, Sutami, Bili-bili, Wonorejo, Cacaban, Kalola, Solorejo, Way Rarem, Batu Bulan, dan Ponre-ponre.

Terpantau per 30 Juni 2019 volume ketersediaan air dari 16 waduk utama tersebut sebesar 3.858,25 juta meter kubik dari tampungan efektif sebesar 5.931,62 juta meter kubik. Luas area yang bisa dilayani dari ke-16 bendungan tersebut adalah 403.413 hektare dari total 573.367 hektare. Sedangkan 75 waduk lainnya dengan skala kecil sampai menengah kondisinya 10 normal, 58 di bawah rencana, dan 7 kering.

Antisipasi lainnya yang dilakukan Kementerian PUPR dalam menghadapi musim kering tahun ini, menyiapkan pompa sentrifugal berkapasitas 16 liter per detik. Pompa yang disiapkan mencapai 1.000 unit yang tersebar di 34 provinsi. Di samping itu, Kementerian PUPR juga membangun sumur bor sebanyak dua titik di setiap balai besar/balai wilayah sungai di daerah.

Hari Suprayogi mengatakan beberapa daerah memang setiap tahun mengalami kekeringan, misalnya Gunung Kidul dan Bulukumba. Di daerah tersebut curah hujan relatif sedikit sehingga cadangan air tanah terbatas. Untuk daerah-daerah tersebut Kementerian PUPR membuat sumur bor dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian potensi sumber air di sekitar.

“Untuk Gunung Kidul, Kementerian PUPR telah membangun beberapa telaga untuk mereduksi kekeringan ekstrem. Untuk daerah lain kami siapkan 5 titik pengeboran air tanah untuk setiap balai di mana kita memiliki 34 balai. Artinya akan ada 170 titik baru. Selain itu juga dilakukan distribusi menggunakan mobil tangki air untuk daerah-daerah yang kritis air,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Agung Djuhartono menambahkan sebagai antisipasi kekeringan, petani dihimbau untuk disiplin dalam mengikuti rencana pola tanam yang sudah disepakati. Untuk waduk di bawah rencana, kata dia, pola operasinya diubah karena kondisi airnya yang berkurang. Kalau tadinya musim tanam ini menanam padi, diubah menanam palawija yang lebih hemat air.”

Dalam jumpa pers, Dirjen SDA didampingi Sekretaris Ditjen Sumber Daya Air Muhammad Arsyadi, Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air Fauzi Idris, Direktur Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air Edy Juharsyah, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Agung Djuhartono, Direktur Sungai dan Pantai Jarot Widyoko, Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih dan Kepala Pusat pengendalian Lumpur Sidoarjo  Pattiasina Jefry Recky. (Romys). ***

 

Check Also

Tanggap Darurat Covid-19, Pegadaian Serahkan Ambulans dan Peralatan Medis ke PMI DKI Jakarta
“Kami memberikan bantuan modifikasi satu unit ambulans kepada PMI agar dapat digunakan secara efektif dan efisien dalam menangani pasien Covid-19,” kata Kepala Divisi KBL PT Pegadaian Hertin Maulida

EmitenNews.com – PT Pegadaian (Persero) terus aktif membantu upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Pegadaian menyerahkan ambulans …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: