#
Ketersediannya sudah mencukupi, penjualan empat bahan pangan --beras, gula, minyak goreng, dan mi instan—tidak lagi dibatasi. Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri resmi mencabut imbauan pembatasan pembelian empat bahan pangan itu. (Dok. Agrofarm).

Ketersediaan Sudah Mencukupi, Penjualan Empat Bahan Pangan tidak Dibatasi Lagi
Satuan Tugas Pangan Polri resmi mencabut imbauan pembatasan pembelian empat bahan pangan, beras, gula, minyak goreng, dan mi instan, setelah stok dinyatakan cukup

EmitenNews.com – Ketersediannya sudah mencukupi, penjualan empat bahan pangan –beras, gula, minyak goreng, dan mi instan—tidak lagi dibatasi. Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri resmi mencabut imbauan pembatasan pembelian empat bahan pangan itu. Sebelumnya Satgas minta pedagang membatasi penjualan empat komoditas tersebut.

Dalam keterangannya yang dikutip Rabu (25/3/2020), Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, kini keadannya sudah normal kembali, sehingga tidak ada pembatasan lagi. Pembatasan tersebut sudah tidak dilakukan lantaran ketersediaan stok atas empat bahan pangan tersebut sudah mencukupi.

Dari pantauan di lapangan, Satgas Pangan Polri melihat, keadaan transaksi jual beli atas empat bahan pangan tersebut di pasar sudah normal kembali. Karena itulah, tidak perlu ada pembatasan lagi. Jadi, stok siap, pemerintah siap.

Seperti diketahui, Polri telah membatasI pembelian terhadap sejumlah bahan pangan selama beberapa hari lau. Meski demikian, aturan tersebut secara teknis dilakukan oleh para pedagang. Pihak kepolisian melakukan pengawasan. Pembatasan penjualan itu meliputi pembelian beras oleh masyarakat maksimal 10 Kg, gula maksimal 2 Kg, minyak goreng 4 liter, dan mi instan 2 dus.

Surat imbauan kepada para pedagang untuk membatasi penjualan bahan pokok saat wabah Virus Corona itu bernomor B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim. Surat ditujukan kepada sejumlah asosiasi, salah satunya Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

“Iya, memang semalam dikeluarkan surat edaran itu untuk mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan lebih,” kata Daniel Tahi Monang Silitonga, Selasa (17/3/2020). ***

 

Check Also

Pandemi Covid-19 Bawa Indonesia dalam Jurang Resesi Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini minus 0,6 persen hingga 1,7 persen. Sebelumnya dipatok minus 0,2 persen hingga 1,1 persen

EmitenNews.com – Pandemi covid-19 membawa Indonesia dalam jurang resesi ekonomi. Itu yang mengemuka dari langkah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: