#
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (Dok. Detikcom).

Ketua OJK: Ibarat Virus, Pengaruh Kasus Jiwasraya Tidaklah Besar
Kontribusi bisnis PT Asuransi Jiwasraya terhadap industri keuangan nonbank cuma 1 persen. Meski begitu, permasalahan yang melingkupinya harus diselesaikan segera

EmitenNews.com – Ibarat virus, pengaruh kasus Jiwasraya tidak besar. Karena kontribusi bisnis asuransi jiwa pertama di Tanah Air itu, terhadap industri keuangan nonbank cuma 1 persen. Meski begitu, permasalahan yang melingkupi PT Asuransi Jiwasraya itu harus diselesaikan segera, agar tidak berlarut-larut menggerus tingkat kepercayaan publik.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengemukakan hal tersebut dalam acara CNBC Indonesia Economic Outloook 2020, di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

“Ada virus Jiwasraya. Kalau dianggap virus tidak masalah. Pertanyaannya, mau disimpan atau dibuka sekarang? Bagaimana solusi ke depan agar masyarakat confident kembali. Tapi, Jiwasraya ini hanya 1 persen dari industri keuangan nonbank. Kecil,” ujarnya seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Kendati hanya virus kecil, Wimboh menegaskan permasalahan Jiwasraya harus diselesaikan. Karena banyak hal yang harus dibetulkan. Bukan hanya asuransinya. “Sekarang ini regulasi, pengawasan, laporannya kami benchmark ke perbankan. Kami punya program reform.”

Seperti diketahui, Jiwasraya sedang mengalami masalah keuangan. Perusahaan asuransi jiwa BUMN itu terpaksa menunda pembayaran klaim jatuh tempo sebesar Rp802 miliar pada Oktober 2018. Perusahaan mengalami gagal bayar, sehingga menimbulkan kehebohan tersendiri.

Catatan Jiwasraya menunjukkan ekuitas perusahaan negatif sebesar Rp10,24 triliun dan defisit Rp15,83 triliun pada 2018. Ekuitas hingga September 2019 tercatat negatif mencapai Rp23,92 triliun. Total aset per September 2019 sebesar Rp25,68 triliun atau sekitar 2 persen dari aset industri asuransi atau 1 persen terhadap IKNB.

Data OJK menunjukkan, aset industri asuransi per Desember 2019 mencapai Rp1.251 triliun atau separuh total aset industri keuangan nonbank (IKNB) yang  Rp2.557 triliun. IKNB ini meliputi asuransi umum, asuransi jiwa, asuransi syariah, multifinance, dan lain-lain.

Atas permintaan Menteri BUMN (ketika itu) Rini Soewandi, Kejaksaan Agung turun tangan menangani kemungkinan adanya indikasi korupsi. Kejagung mencium ada indikasi korupsi dan kolusi di tubuh Jiwasraya. Kerugian negara ditaksir hingga Rp17 triliun akibat indikasi korupsi tersebut.

Sejauh ini Kejagung terus menyelidiki kasus indikasi korupsi di tubuh Jiwasraya. Ratusan rekening efek saham diblokir. Beberapa di antaranya diduga berkaitan dengan transaksi saham yang mencurigakan di Jiwasraya.

Dalam penanganan Kejagung sedikitnya enam orang ditetapkan sebagai tersangka. Aset tersangka disita untuk mengembalikan kerugian negara dan juga dijadikan alat bukti. ***

 

Check Also

Hari Ini, Jiwasraya Bayar Klaim 15 Ribu Nasabah Sebesar Rp470 Miliar

EmitenNews.com – PT Asuransi Jiwasraya (Persero)  akhirnya mulai membayarkan klaim nasabah untuk tahap pertama pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: