Kiprah Mahariah Menuju Cita-cita Pulauku Nol Sampah

Membawa Pulau Pramuka sebagai Satu dari 77 Kampung Berseri Astra (KBA)

RS gen

Inspirasi, Sosok Friday, 28th September 2018 2:06:25 PM • 4 weeks ago


EmitenNewsSekitar 15 tahun lamanya Mahariah (49 tahun) bergerak mengentaskan persoalan lingkungan dan sosial di Kepulauan Seribu. Tak lelah berjuang di wilayah “Jakarta Lautan” hingga datang dukungan nyata dari PT Astra International Tbk (ASII).

 

Mahariah adalah seorang guru sekolah dasar (SD). Kelahiran Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Aktivitas sosial membuatnya menjadi salah seorang tokoh masyarakat kaum hawa berpengaruh di sana.

Dia dipercaya dapat mendorong warga lainnya untuk mengatasi berbagai persoalan sampah dan masalah lingkungan, ekonomi, dan sosial lainnya.

Sejak 15 tahun lalu, Mahariah bersama tim kecilnya mengembangkan program ekowisata. Sebuah program pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta pendidikan.

”Harapan saya, pulau Pramuka jadi desa sejahtera. Sejahtera lahir batin. Lingkungannya baik, ekonominya meningkat, dan masyarakatnya juga bisa cerdas,” ucapnya saat ditemui di pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, di sela kegiatan Kampung Berseri Astra, Jumat (28/09).

Mahariah sang Pahlawan Kebersihan Pulau Pramuka. Foto: Guruh Rahman/EN

 

Bukan hal mudah, diakui Mahariah, mengubah cara pandang dan pola hidup masyarakat di Kepulauan Seribu. Terlebih dirinya memulai dari aspek lingkungan.

Mengajak masyarakat hidup bersih dan bercocok tanam agar terjadi penghijauan. ”Ya itu dukanya. Yang paling sulit itu perubahan di masyarakat. Dari nggak ada tantangan apa-apa terus ditantang berubah jadi naik kelas lah istilahnya,” kisahnya.

Tantangan lainnya dari sisi akses. Berbeda dengan di Jakarta daratan yang mudah dijangkau dengan alat transportasi modern, kata Mahariah, di Jakarta lautan tidak seleluasa itu. ”Di sini kan susahnya begitu,” terusnya.

Namun tidak lantas semangat Mahariah ciut. Niatnya membawa perubahan terus dijalankan bukan sekadar terkait kebersihan lingkungan tetapi juga kesehatan dan pendidikan.

Di bidang kesehatan, para kader yang diwadahi Posyandu, kata dia, sudah mulai bisa mandiri tanpa dibimbing lagi. ”Kadernya sudah bisa jalankan layanan yang baik itu bagaimana,” dia bangga.

Sekitar tiga tahun lalu, semangat Mahariah itu terendus grup Astra. Melalui proses verifikasi, dukungan resmi kemudian diberikan kepada Mahariah bersama timnya sehingga daerah pulau Pramuka menjadi salah satu dari 77 Kampung Berseri Astra (KBA) yang tersebar di 34 provinsi.

”Bergabung dengan KBA lain membuat saya lebih banyak belajar. Saling bertukar pikiran,” kesannya.

Mahariah juga bangga saat proses verifikasi dilakukan oleh tim Astra, warga di sekitar daerahnya kompak bergerak. Saling membantu menata mewujudkan lingkungan yang diharapkan.

Hasil program yang ada di sekitar warga juga mulai membuahkan hasil. ”Misalnya tanam di depan rumah sudah bolak-balik panen seperti sayuran di pekarangan,” ungkapnya.

Tanaman sayuran di pekarangan rumah warga Pulau Pramuka rajin panen. Mahariah turut berjasa menggerakkan warga bercocok tanam. Foto: Guruh Rahman/EN

 

Kehadiran Astra kemudian memerkuat program yang sudah dicanangkan Mahariah. Pada bidang kesehatan, Astra melatih kader posyandu dalam rangka mendukung Program Indonesia Sehat.

Pada bidang pendidikan, Astra memberikan pendampingan sekolah adiwiyata, pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan memanfaatkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang ada, serta pemberian beasiswa untuk anak-anak tingkat SD, SMP dan SMA.

Kemudian pada bidang kewirausahaan dilakukan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan salah satu produk unggulan keripik sukun.

Pada bidang lingkungan, kegiatan berfokus pada pengolahan sampah dan ketersediaan air bersih. Kegiatan yang dilakukan antara lain, pengelolaan bank sampah, pengumpulan sampah organik yang dimasukkan ke dalam alat biodigester, sehingga menghasilkan biogas untuk keperluan memasak, pemanfaatan ulang botol plastik agar menjadi bata ramah lingkungan (ecobrick), pembuatan karya seni dari limbah styrofoam, serta penampungan air hujan dan pertanian sayur organik yang dapat dilakukan di halaman rumah.

Astra mengharapkan kerja keras dan ketulusan hati Mahariah dan masyarakat pulau Pramuka, kelak, dapat mewujudkan secara nyata taglineyang selalu dikobarkan: Pulauku Nol Sampah.

Semangat Mahariah dalam berjuang memelihara lingkungannya sejalan dengan filosofi perusahaan Astra, butir pertama Catur Dharma, Menjadi Milik yang Bermanfaat Bagi Bangsa dan Negara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *