Kisruh Berlanjut, Direksi AISA Gugat Komisaris ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Joko Mogoginta Bersikukuh Masih Sebagai Direktur Utama

RS gen

Berita Emiten, Emiten Update Thursday, 23rd August 2018 10:33:45 PM • 1 month ago


EmitenNews– Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food Tbk (AISA) Joko Mogoginta bersikukuh jabatannya tetap bertahan. Membantah telah terjadi pengambilalihan peran eksekutif oleh Dewan Komisaris.

”Sekali lagi saya nyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada pergantian Dewan Direksi TPS Food dan keputusan Dewan Komisaris tidak sah. Pengumuman yang telah beredar adalah sebuah penyesatan informasi dan dapat berimbas pada tindakan pidana,” tegas Joko dalam keterangan resminya, hari ini (23/08).

Apalagi, kata dia, dengan diadakannya rapat dewan komisaris yang dilakukan tanggal 10 Agustus 2018. ”Menghasilkan dan mengeksekusi hasil RUPST yang cacat,” terusnya.

Dua hari lalu kembali beredar pengumuman di surat kabar dari Dewan Komisaris AISA yang menyatakan bahwa telah terjadi pergantian Dewan Direksi Perseroan.

BacaKendali AISA Berpotensi Diambilalih Dewan Komisaris

Joko menyebut keputusan Dewan Komisaris itu tidak sah dari sisi hukum dan tidak sesuai dengan hasil RUPST AISA pada 27 Juli 2018.

Maka direksi AISA telah mengambil langkah dengan mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Dewan Komisaris Perseroan yang terdiri dari Anton Apriyantono, Kang Hongkie Widjaja, Hengky Koestanto, dan Jaka Prasetya.

Gugatan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan Register Perkara No. 622/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel. tanggal 20 Agustus 2018.

Adapun hasil keputusan Dewan Komisaris AISA yang disebut Joko tidak sesuai dengan keputusan pada saat RUPST menyatakan:

Hasil keputusan RUPST AISA pada 27 Juli 2018 telah memberhentikan Dewan Direksi Saudara Stefanus Joko Mogoginta, Saudara Budhi Istanto Suwito, dan Saudara Hendra Adisubrata sebagai direktur perseroan terhitung tanggal diadakannya RUPST, kewenangan telah berakhir sejak RUPST dan tidak bertanggung jawab atas setiap tindakan yang diambil oleh dewan direksi.

Dari hasil keputusan yang disampaikan, menurutnya, tidak ada satu kalimat pun yang menyatakan bahwa komisaris telah mengambil keputusan.

Namun, kata Joko, Dewan Komisaris hanya menginterpretasi ulang hasil RUPST tanggal 27 Juli 2018.

Baca JugaRugi Rp551 Miliar, Investor Ritel Tolak Laporan Keuangan AISA 2017

Analisanya, kisruh yang terjadi pada RUPST AISA akibat dua hal yaitu adanya perhitungan suara yang tidak sesuai sehingga menyebabkan disputeantara pihak Trophy 2014 Investor Limited dan Primanex Limited.

Selanjutnya pada RUPST telah terjadi disputekedua mengenai poin agenda RUPST ke-4 tentang perubahan direksi yang diganti oleh Jaka Prasetya selaku Komisaris AISA.

”Kedua disputeitu telah diinpretasikan oleh dewan komisaris dan diragukan kebenarannya sehingga harus kembali kepada berita acara,” tuturnya.

Berita acara yang diberikan notaris, menurutnya, tidak pernah ada keterangan yang jelas mengenai voting pergantian direksi karena pimpinan rapat tidak pernah melakukan voting pergantian direksi melainkan hanya melakukan voting dari usulan Jaka Prasetya.

”Sekali lagi saya katakan bahwa intepretasi dewan komisaris tentunya ada implikasi hukum dan dewan direksi akan melakukan langkah-langkah hukum untuk menegakkan hak-hak kami dalam perseroan,” Joko menegaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *