Konversi Utang Obligasi, PT Express Transindo (TAXI) Akan Rights Issue 10 Miliar Saham

K.Muchtar

Berita Emiten, Emiten Update Thursday, 7th February 2019 8:48:12 AM • 2 weeks ago


EmitenNews – PT Express Transindo Tbk (TAXI) berencana melakukan Penambahan Modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Hal itu dilakukan dalam rangka memperbaiki posisi keuangan dan konversi utang ke pemegang obligasi.

Perseroan dalam keterbukaan informasi BEI Kamis (7/2) disebutkan, saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 10 miliar saham atau 466,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pengumuman ini dengan nominal Rp100.

Berdasarkan kesepakatan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 11 Desember 2018 lalu mayoritas pemegang obligasi setuju utang tersebut dikonversi dengan saham baru tanpa melalui rights issue.

Saham baru yang akan diterbitkan nantinya akan dikonversikan secara bertahap. Konversi tahap pertama sebesar Rp 400 miliar atau 4 miliar saham akan dilakukan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Februari 2019 mendatang.

Sedangkan konversi tahap kedua sebesar Rp 600 miliar atau 6 miliar saham berupa perubahan sisa Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 menjadi Obligasi Konversi (OK). OK tersebut nantinya dapat ditukar dengan saham dengan jumlah maksimal 6 miliar saham.

Saham yang akan diterbitkan memiliki jenis yang sama dengan saham yang diterbitkan sebelumnya, dengan demikian memiliki hak yang sama dalam segala hal, termasuk hak menerima dividen, mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta aksi korporasi lainnya.

Lebih lanjut, kepemilikan saham dari pemegang saham eksisting nantinya akan terkena dilusi minimal sebesar 65,09% apabila konversi tahap pertama selesai dilakukan dan pihak Express Transindo Utama bisa melunasi seluruh pokok OK senilai Rp 600 miliar. Kemudian jika nanti konversi tahap pertama dan tahap kedua berhasil dituntaskan sepenuhnya kepemilikan saham dari pemegang saham eksisting akan terdilusi maksimal 82,33%.

Pelaksanaan penambahan saham baru tanpa rights issue ini akan dilakukan pada 30 April 2019 untuk konversi tahap pertama dan untuk konversi tahap kedua baru akan dimulai pada akhir tahun depan atau 31 Desember 2020. Surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkirakan baru akan dirilis pada 18 April 2019 mendatang.

Sebagai informasi, saat ini porsi terbesar kepemilikan saham TAXI masih dipegang oleh PT Rajawali Corpora sebesar 51%. Porsi terbesar kedua dimiliki oleh publik sebesar 48,99% seangkan sisanya sebesar 0,01% merupakan kepemilikan Megawati Affan selaku Direktur Express Transindo Utama.

Express Transindo Utama merupakah salah satu operator taksi di Indonesia yang berdiri sejak 1989 dan beroperasi di daerah Jabodetabek. Emiten yang melantai di bursa sejak 2 November 2012 ini memiliki armada hampir 10.000 unit kendaraan per 30 September 2018.

Perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 8 Februari 2019 besok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *