KPEI: Saham ESOP dan MSOP Sebaiknya Dioptimalkan Melalui Transaksi PME

Semua Saham Tercatat Eligible untuk Dipinjamkan

RS gen

Regulator Update, Self Regulatory Organizations (SRO) Wednesday, 25th April 2018 12:03:46 PM • 5 months ago


EmitenNews – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mendukung pemanfaatan saham milik karyawan untuk transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME). Dalam kondisi emitennya memberlakukan kebijakan hold (tidak dapat diperjualbelikan) pun saham hasil program Employee Stock Option Program (ESOP) dan Management Stock Option Program (MSOP) semestinya tetap bisa dipinjamkan.

Kepala Divisi Kliring, Penyelesaian dan PME KPEI Suryadi mengatakan, pada periode tertentu, sejumlah emiten memang memberlakukan kebijakan saham yang dimiliki karyawan atau manajemennya tidak bisa ditransaksikan.

Tujuannya agar meningkatkan rasa memiliki perusahaan dan mengoptimalkan nilainya secara jangka panjang. ”Misalnya setahun di-hold atau periode waktu lainnya. Itu hal biasa,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/04).

Meski begitu, menurut Suryadi, jika dioptimalkan melalui transaksi PME semestinya tetap bisa dilakukan. ”Bermanfaat untuk menambah supply saham yang dapat dipinjamkan,” terusnya.

Secara teknis, PME memang bermanfaat baik bagi peminjam (borrower) maupun pemberi pinjaman (lender). Maka, kata Suryadi, kebutuhannya sebenarnya juga tinggi dan perlu ditopang dengan supply berupa ketersediaan saham.

Pada dasarnya keuntungan bagi lender adalah sebesar 12persen pa. Selain itu, haknya sebagai pemilik saham sesungguhnya juga tidak hilang saat dipinjamkan. Termasuk hak dividen.

BacaBegini Perkembangan Transaksi Pinjam Meminjam Saham pasca Tertekan Krisis Finansial 2008

Melalui dasar perhitungan fee PME, KPEI sebagai penyelenggara akan memintakan 15persen pa ke borrower. Sebesar 12 persen untuk lender dan 3persen dibayarkan untuk biaya operasional dan layanan KPEI.

Terlebih saat ini, KPEI tidak membatasi saham-saham untuk transaksi PME. Memang rata-rata adalah saham blue chip yang dimanfaatkan dalam fasilitas itu. ”Tapi prinsipnya semua saham tercatat di bursa, eligible untuk dipinjamkan,” ujar Kepala Unit Pinjam Meminjam Efek dan REPO KPEI, Rachmadewi Sjahesti.

KPEI sebagai bagian dari Self Regulatory Organizations (SRO) merupakan jaminan aman dalam transaksi PME. Sesuai dengan payung hukum berupa Peraturan Bapepam dan LK nomor V.D.6 tentang Pembiayaan Transaksi Efek oleh Perusahaan Efek bagi Nasabah dan Transaksi Short Selling oleh Perusahaan Efek.

Peminjam (Borrower) yang sejauh ini adalah Anggota Kliring (AK) juga menyerahkan jaminan (collateral) di KPEI saat meminjam saham. ”Hanya sebagai jaminan saja, antisipasi terjadinya gagal pengembalian pinjaman saham,” ucap Rachmadewi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *