#
Salah satu produk Permata Bank untuk tabungan. Foto: Bank Permata

Kuartal Pertama Raih Laba, Bank Permata Mulai Bernafas

Emitennews – PT Bank Permata Tbk (BNLI) mulai sedikit bernafas. Setelah tercatat rugi bersih Rp 6,49 triliun pada sepanjang 2016, bank joinan grup Astra dengan Standard Chartered itu mulai meraih laba pada kuartal pertama 2017.

BNLI mengumumkan kinerja pada tiga bulan awal tahun ini dengan meraih laba bersih Rp 453 miliar. Angka itu jauh lebih baik dibandingkan rugi bersih Rp 376 miliar pada kuartal pertama 2016.

Membaiknya kinerja BNLI setelah merealisasikan berbagai langkah sejak tahun lalu untuk menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

Sedangkan proses rights issue sebesar Rp 3 triliun sedang berjalan dan diharapkan akan selesai pada semester pertama 2017. Jumlah itu jika dikombinasikan dengan rights issue Rp 5,5 triliun di Juni 2016, akan meningkatkan cadangan modal bank sebesar Rp 8,5 triliun.

Direktur Utama BNLI, Ridha DM Wirakusumah, mengaku lega dengan hasil pada kuartal pertama ini. ”Saya gembira Permata Bank telah memulai tahun ini dengan menunjukkan kinerja yang meningkat dan memertahankan neraca yang kuat. Kami terus menjalankan rencana yang dapat membawa Permata Bank menghasilkan kinerja yang lebih baik di tahun ini,” ungkapnya, dalam keterangan resmi, hari ini (17/04).

Beberapa langkah proaktif yang diperlukan untuk mengelola kualitas aset BNLI antara lain melalui restrukturisasi dan rehabilitasi, memercepat pemulihan kredit, dan menjual sebagian dari portofolio NPL.

Hal ini telah menghasilkan peningkatan pada kualitas aset, dimana rasio NPL Gross tercatat sebesar 6,4 persen per 31 Maret 2017, turun dari 8,8 persen pada Desember 2016. Sedangkan rasio NPL Net tetap di kisaran 2,2 persen.

Fokus pada peningkatan pengelolaan risiko dan NPL sebagai upaya mengurangi risiko dan menata kembali portofolio kredit memang mengandung risiko. Terutama terjadinya perlambatan pada pertumbuhan kredit dimana kredit menurun 22 persen menjadi Rp 95,4 triliun pada Maret 2017 dari Rp 122,7 triliun di akhir Maret 2016.

Di sisi lain, untuk menjaga likuiditas yang sehat, BNLI telah meningkatkan saldo CASA sebesar 13 persen sehingga rasio CASA meningkat menjadi 46 persen dibandingkan 38 persen tahun lalu. Penurunan kredit menjadi penyebab utama dari NIM yang lebih rendah yaitu sebesar 3,5 persen dibandingkan dengan 3,9 persen pada akhir Maret 2016.

Pendapatan berbasis biaya (fee-based income) yang kuat mengompensasi penurunan margin sehingga menghasilkan total pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun, tumbuh 11 persen dibanding Maret tahun sebelumnya.

Pembiayaan syariah mencatat pertumbuhan positif 4 persen pada kuartal pertama 2017. Rasio kecukupa modal BNLI atau total CAR per akhir Maret 2017 sebesar 17,0 persen, meningkat dibandingkan dengan 15,1 persen pada akhir Maret 2016, dan jauh di atas persyaratan minimum regulator.

”PermataBank akan terus memerkuat fundamental dan memanfaatkan kekuatan inti kami termasuk jaringan cabang yang luas, saluran distribusi yang komprehensif, produk-produk inovatif, serta peningkatan modal melalui rights issue. Kami yakin Bank akan kembali ke performa yang semakin kuat pada tahun 2017 sebagaimana kami terus membangun peran kami sebagai agen pembangunan bagi para nasabah kami,” Ridha meyakinkan.

Check Also

Laba Bank Tabungan Negara (BBTN) Di Kuartal III/2020 Melesat 39,72 Persen 

EmitenNews.com – Mengakhiri kuartal III/2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan prestasi sangat positif …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: