#
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. (Dok. Voaindonesia).

Lesunya Wajah Petugas Pajak, Isyarat Penerimaan tak Capai Target Tahun 2019
Realisasi penerimaan pajak sampai Agustus 2019 hanya Rp920,15 triliun. Itu artinya baru 51,51 persen dari target Rp1.618,1 triliun dalam APBN 2019

EmitenNews.com – Wajah para petugas pajak murung. Lesu darah. Itu isyarat bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati target pajak bakal tak tercapai. Itu yang dilihat Menkeu saat berkunjung ke kantor wilayah pajak di Malang, Jawa Timur. Begitu ditanyai kondisi perpajakan, mereka pada pasang tampang lesu. Menkeu pesimistis realisasi penerimaan pajak tahun ini bisa tercapai.

“Saya baru pulang dari Malang, bicara dengan seluruh kanwil saya di sana bagaimana penerimaan pajak, muka mereka lesu semua. Para petugas terlihat lesu dan tidak percaya diri atas pencapaian penerimaan pajak,” kata Sri Mulyani dalam diskusi publik bertajuk ‘Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia’ di Djakarta Theater, akhir pekan ini.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak sampai Agustus 2019 hanya Rp920,15 triliun. Itu artinya baru 51,51 persen dari target Rp1.618,1 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Dari penerimaan perpajakan Rp920,15 triliun tersebut, khusus untuk pajak saja Rp801,16 triliun. Itu terdiri atas penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Rp494,21 triliun, tumbuh 3,08 persen dari tahun lalu.

Pajak penghasilan terutama PPh migas masih menjadi sumber utama penerimaan pajak dengan kontribusi Rp454,78 triliun. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) juga terkontraksi -6,36 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp287,01 triliun. Sedangkan, PBB dan Pajak lainnya Rp18,94 triliun atau tumbuh 52,41 persen.

Penerimaan selain pajak, seperti kepabeanan dan cukai Rp119 triliun, tumbuh 10,10 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah tersebut, terdiri atas bea masuk Rp23,83 triliun, cukai Rp93,12 triliun dan bea keluar Rp2,05 triliun.

Sementara itu, di kampus Universitas Indonesia Depok, Sabtu (12/10/2019), Sri Mulyani mengatakan terus memantau kondisi perekonomian global. Salah satunya terkait tren penurunan harga komoditas batu bara. Pihaknya akan terus melihat dampak penurunan harga komoditas terhadap kinerja ekonomi domestik. Khususnya pada penerimaan negara baik dari pajak dari PNBP.

“Harga minyak, harga kelapa sawit, itu tentu mempengaruhi tidak hanya PNBP, tapi juga pajak kita,” ungkapnya. ***

 

Check Also

Ketua OJK: Ibarat Virus, Pengaruh Kasus Jiwasraya Tidaklah Besar
Kontribusi bisnis PT Asuransi Jiwasraya terhadap industri keuangan nonbank cuma 1 persen. Meski begitu, permasalahan yang melingkupinya harus diselesaikan segera

EmitenNews.com – Ibarat virus, pengaruh kasus Jiwasraya tidak besar. Karena kontribusi bisnis asuransi jiwa pertama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: