Listing Perdana, Saham Royal Prima (PRIM) Naik 47 Persen

Marco

Berita Emiten, Emiten Update Tuesday, 15th May 2018 10:12:56 AM • 6 days ago


EmitenNews – Pencatatan perdana Saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/5) naik 47 persen menjadi Rp735 per saham, dari harga penawaran umum perdana Rp500 per saham. Volume perdagangan saham di pasar reguler hingga waktu tersebut mencapai 1.876.000 unit senilai Rp1,38 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 140 kali.

Saham perusahaan jasa pelayanan kesehatan bernominal Rp100 per unit itu, menjadi emiten ke-13 yang tercatat di BEI tahun 2018 atau emiten ke-578. Semula, manajemen PRIM akan melakukan Penawaran Umum Perdana (PUP) sebanyak 2 miliar saham di BEI, mencapai 26% saham disetor Perseroan setelah PUP. Namun karena kondisi pasar modal yang sedang kurang kondusif, Perseroan akhirnya mengurangi jumlah penerbitan saham baru menjadi 1,2 miliar saham.

Pada saat yang bersamaan, PRIM juga menerbitkan sebanyak 600 juta Waran Seri I. Waran ini akan diberikan secara gratis kepada pemegang saham. Setiap pemegang 2 saham PRIM akan memperoleh 1 unit Waran Seri I. Berbeda dengan PUP saham, Perseroan tidak mengurangi jumlah penerbitan Waran Seri I.

Mok Siu Pen, Direktur PRIM mengatakan, PUP saham Perseroan mengalami kelebihan permintaan sebanyak 42 kali. Dari PUP ini, Perseroan memperoleh tambahan modal sebesar Rp975 miliar.

“Kami percaya, bahwa investor melihat itu semua dalam pertimbangan investasinya”, tutur Mok.

Dari total tambahan modal sebesar Rp 975 miliar, sekitar Rp600 miliar berasal dari PUP dan sisanya Rp375 miliar dari penerbitan waran. Sebesar 40% dana PUP akan digunakan untuk membiayai akuisisi rumah sakit baru yang berlokasi di Medan, Pekan Baru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang dan Jakarta. “Tahun ini kami menargetkan akan mengakuisisi 4 rumah sakit,” papar Mok.

Sementara itu, sebesar 20% untuk pembelian peralatan medis. Sebesar 20% untuk pembelian tanah. Sisanya 20% digunakan untuk ekspansi pada rumah sakit yang telah ada.

PT Danatama Makmur Sekuritas dipercaya sebagai penjamin pelaksana emisi efek pada PUP ini.

Pada periode Januari – Desember 2017, PRIM telah mencatat pendapatan Rp177 miliar dan laba sekitar Rp20 miliar. “Tahun ini kami menargetkan pendapatan naik menjadi Rp445 miliar dan laba tumbuh jdi Rp29 miliar,” tukas Mok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *