Listing, Saham PT Superkrane Mitra Utama (SKRN) Naik 50 Persen

K.Muchtar

Berita Emiten, Emiten Update Thursday, 11th October 2018 9:59:09 AM • 2 months ago


EmitenNews – Perusahaan penyedia jasa sewa crane, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) hari ini Kamis (11/10/2018) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga perdana Rp700 per saham.

SKRN merupakan emiten tercatat yang ke-45 sepanjang tahun 2018 dan memecahkan rekor pencatatan saham sepanjang satu tahun kalender dan masih bisa terus bertambah lantaran tahun ini masih ada 2,5 bulan lagi.

Pada saat perdagangan awal, saham SKRN langsung melejit 50% ke Rp1,050 per saham atau naik 350 poin dari pencatatan perdana dibuka di harga Rp700 per saham.

SKRN diperdagangkan sebanyak 72 kali frekuensi dengan volume 33.099 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp3,84 miliar, namun selang beberapa menit saham SKRN terus turun dari angka tertingginya Rp1,050 per saham menuju level terendahnya Rp705 per saham pada pukul 09:06.

Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan berencana melepas 300 juta saham atau setara 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Dalam masa penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung pada 14 Agustus-20 September 2018, jumlah permintaan terbanyak yang diterima penjamin pelaksana emisi efek berada di kisaran harga Rp900-Rp1.260 per saham.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek IPO Superkrane Mitra Utama, yakni UOB Kayhian Sekuritas. Adapun penjamin emisi efeknya terdiri atas MNC Sekuritas, Phillip Sekuritas Indonesia, dan Valbury Sekuritas Indonesia.

Nantinya hasil IPO, dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran uang muka pembelian alat berat/crane sebesar 50%, pelunasan utang bank dan leasing termasuk pembayaran pinalti pelunasan utang tersebut 28,2%, dan sekitar 21,8% untuk modal kerja perseroan.

Saat ini perusahaan terlibat dalam pengerjaan proyek pembangunan jalan tol, light rapid transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT). Di tahun 2019, Superkrane membidik pendapatan di atas Rp700 miliar. “Tahun 2018, target pendapatan kami Rp600 miliar yang sampai 18 September sudah tercatat Rp440 miliar,” ujar Yafin Tandiono Tan.

Dia menjelaskan, kontributor utama pendapatan Superkrane berasal dari proyek-proyek infrastruktur seperti kereta ringan (light rail transit/LRT), mass rapid transit (MRT), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan perluasan pabrik chemical plant. Lalu, proyek migas di Tangguh, pertambangan gas, serta pertambangan emas dan batubara.

“Permintaan sewa crane tetap berjalan seiring maraknya pembangunan infrastruktur pemerintah, serta pembangunan PLTU dan migas di Tangguh,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *