Luar Biasanya Investor Lokal

Setiap hari transaksi di BEI sekitar 390 ribu menunjukkan fundamental industri pasar modal masih kuat meski dibayangi sentimen negatif eksternal

M Nasir

Belajar Investasi, Mikro Saturday, 25th August 2018 9:01:48 AM • 2 months ago


EmitenNews – Luar biasa investor lokal. Pemodal dalam negeri-lah yang masih menjadi penopang kinerja bursa saham dalam negeri di tengah sentimen eksternal yang cenderung negatif. Investor asing cenderung keluar. Frekuensi transaksi di pasar saham domestik relatif masih cukup bagus, lebih tinggi dari bursa saham Thailand.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, mengungkapkan hal itu kepada pers, di Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Inarno membeberkan, per hari transaksi di BEI itu, sekitar 390 ribu. Tergolong tinggi, di atas Thailand, dan Negara-negara anggota ASEAN lainnya. Kondisi itu jelas menunjukkan, industri pasar modal secara fundamental masih kuat meski dibayangi sentimen negatif eksternal.

Meski masih tergolong baik. Inarno mengatakan, tetap harus mewaspadai faktor eksternal. Karena bagaimanapun, saat ini di tengah arus globalisasi, kejadian di luar, sedikit banyak ke pasar, atau situasi nasional.

Kendati demikian, pelaku pasar modal tidak perlu khawatir. Pasalnya, pemerintah cukup tanggap mengantisipasi sentimen negatif eksternal yang dapat memengaruhi pasar keuangan dalam negeri. Seperti saat ini, ketika mata uang kita, rupiah terus melemah di tengah kedigjayaan dolar Amerika. Misalnya, dengan mengendalkan impor, ditambah Bank Indonesia tak kurang tanggapnya, mengantisipasi dolar AS dengan menaikkan tingkat suku bunga.

Surat berharga negara

Data yang ada menunjukkan, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) saat ini lebih banyak diserap investor lokal. Jadi, tak lagi bergantung pendanaan dari asing seperti beberapa tahun sebelumnya. Ini juga perlu disyukuri. Kondisinya berbeda dengan tahun 1998, utang Indonesia banyak dalam lembaga multilateral, World Bank (WB), International Monetary Fund (IMF).

Kepada pers, Kamis (23/8/2018), Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika, sebanyak 65-70 persen penerbitan SBN dibeli investor domestik. Sisanya diserap oleh investor asing. Artinya, pembiayaan utang Indonesia mayoritas tak lagi berasal dari asing.

Presiden Joko Widodo membacakan RAPBN 2019, dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 16 Agustus 2018, pemerintah berencana menerbitkan SBN Rp386,2 triliun, dari total kebutuhan pembiayaan utang Rp359,3 triliun.  Untuk pinjaman neto diperkirakan hanya Rp26,9 triliun. Meski jauh lebih kecil, tapi meningkat dibanding APBN 2018 Rp600 miliar. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *