#
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyederhanakan penerbitan Obligasi dan sukuk untuk Emiten Bank dari 105 hari menjadi 22 hari kerja dengan meluncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT).

Luncurkan SPRINT, OJK Pangkas Waktu Perizinan Penerbitan Obligasi dan Sukuk Emiten Bank

EmitenNews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyederhanakan penerbitan Obligasi dan sukuk untuk Emiten Bank dari 105 hari menjadi 22 hari kerja. OJK meluncurkan  Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT).

Peluncuran system informasi perizinan dan registrasi terintegrasi sebagai upaya mempercepat dan menyederhanakan proses Perizinan dengan cara mengintegrasikan proses perizinan di kompartemen Pasar Modal dan Kompartemen Perbankan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan, proses perizinan penerbitan obligasi dan sukuk untuk emiten Bank yang selama ini dilakukan secara sekuensial, telah ditransformasikan menjadi perizinan melalui satu pintu dan dokumen permohonan juga telah disederhanakan.

“Dengan langkah ini OJK dapat memotong waktu pemrosesan permohonan secara signifikan namun tetap mempertimbangkan aspek prudensial terhadap permohonan yang diajukan,” kata Rahmat Waluyanto.

sistem ini merupakan upaya kongkrit OJK dalam menjaga momentum terus membaiknya kondisi ekonomi nasional dengan membangun mekanisme perizinan penerbitan obligasi dan sukuk bagi emiten bank yang terintegrasi melalui satu pintu.

Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) ini juga telah ditetapkan sebagai virtual single window bagi Industri Jasa Keuangan dalam melakukan proses perizinan di lingkungan Otoritas Jasa Keuangan.

“Melalui aplikasi SPRINT, kami berharap dapat mewujudkan perizinan yang TUNTAS (Transparan, TerpadU, AkuNTabel, CepAt, dan Sederhana),” kata Rahmat Waluyanto.

Melalui SPRINT, selain mengurangi risiko perbedaan kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing kompartemen, juga mengurangi duplikasi dokumen permohonan yang harus diajukan oleh pemohon. SPRINT juga dilengkapi dengan fitur tracking sebagai bentuk transparasi proses perizinan.

Sebagai bentuk transparansi proses perizinan, SPRINT juga dilengkapi fitur tracking sehingga Pemohon dapat senantiasa melakukan monitoring terhadap progress perizinan atau pendaftaran yang telah diajukan. Selain sebagai bentuk transparansi, fitur tracking ini juga dimaksudkan untuk mengurangi interaksi antara Pemohon dengan Regulator, sehingga dapat mengurangi potensi moral hazard dari Pemohon maupun Regulator, sekaligus meningkatkan kualitas good governance di lingkungan OJK.

Sebelumnya, pada tahun 2016, OJK juga telah meluncurkan SPRINT Bancassurance untuk perizinan pemasaran produk asuransi, SPRINT untuk perizinan penjualan reksa dana melalui Bank selaku APERD serta SPRINT Pendaftaran Akuntan Publik/Kantor Akuntan Publik dan keduanya telah diimplementasikan sepenuhnya pada Tahun 2017.

Ke depan, OJK akan terus mengembangkan SPRINT untuk perizinan lainnya sehingga layanan perizinan dapat berjalan dengan lebih baik.

 

 

Check Also

Net Sell Rp31 Miliar, IHSG Turun 0,38 Persen. Saham TLKM, BBRI dan UNTR Yang Dijual Asing di Sesi I

EmitenNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI hingga akhir sesi I perdagangan saham …

%d bloggers like this: