Marak Korban Perempuan, Bahas Taksi Online Harus Sentuh Aspek Keamanan

RS gen

Ekonomi Update, Sektor Riil Friday, 27th April 2018 11:14:10 AM • 3 weeks ago


EmitenNews – Di tengah hangatnya pembahasan tariff dan aspek lain pada transportasi online, kaum perempuan titip satu hal penting. Tidak lain adalah aspek keamanan terutama pada layanan taksi online roda empat.

”Tolong mengikuti standar sebuah transportasi umum saja. Terutama dari sisi keamanan. Sebaiknya memang ikut standar internasional,” pesan Anggota Komisi VIII DPR RI, Rahayu Saraswati D Djohohadikusumo, hari ini (25 April 2018).

Pesan disampaikan untuk para pemangku kepentingan, termasuk Komisi V yang membidangi transportasi. Sebab dirinya di Komisi VIII salah satunya membidangi kepentingan perempuan dan merupakan mitra Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak.

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seharusnya melakukan rapat dengan Kementerian Perhubungan dan para pihak terkait transportasi online lainnya, hari ini (25 April 2018). Namun ditunda karena Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, berhalangan hadir.

Saras, sapaan akrabnya, mengatakan aksi kriminal memang bisa terjadi di segala jenis transportasi umum. Bisa terjadi kepada siapa saja, bukan hanya kaum perempuan.

Namun dia miris melihat data masih terjadinya kejahatan di taksi online. Terbaru, terjadi perampokan oleh pengemudi Grab Car. Perampokan dialami oleh  Sansan (24 tahun).

Sansan dirampok di dalam Grab Car yang ditumpanginya pada Senin (23 April 2018) sekitar pukul 06.30 WIB. Berangkat dari Duri Selatan Komplek Setia, Kelurahan Duri Selatan, Tambora, Jakbar. Saat di perjalanan, tiba-tiba muncul dua orang di bangku belakang. Kedua pelaku langsung membekap korban dengan jaket dan mengikat kakinya

”Ya memang bisa terjadi di mana saja. Tapi taksi online kan juga bisa dibuat standar saja sistemnya seperti apa. Keamanan yang utama,” tegasnya.

Terlebih bagi kaum perempuan, menurutnya, di berbagai bidang pun selalu jadi mayoritas korban. Maka diharapkan sistem transportasi umum bisa melakukan pencegahan dengan sistem yang baik.

”Dan paling penting adalah pengawasannya. Standarnya harus dibuat yang betul-betul memikirkan keselamatan semua orang. Termasuk perempuan,” ungkap politisi dari Partai Gerindra itu.

Jika sistem transaksinya saja bisa dibuat terobosan dan inovasi, menurutnya, untuk sistem keamanan pun semestinya bisa dilakukan. ”Banyak lah yang bisa kreatif memikirkan bagaimana aman untuk pengguna terutama perempuan,” yakinnya.

Bukan hanya dari aspek kekerasan, Saras melanjutkan, termasuk perlindungan dari hal mendasar. Kelayakan seatbelt (sabuk pengaman), perilaku dan etika pengendara, dan hal mendasar lainnya. ”Bagi saya sih harus ada standarnya,” ucapnya.

Hal sama diungkapkan Analis Kebijakan Transportasi dan Forum Peduli Tarnsportasi Online (FPTOI) Azas Tigor Nainggolan. Menurutnya, perampokan di dalam taksi online yang kembali terjadi menandakan bahwa sampai saat ini masalah keamanan taksi online masih sangat rendah.

”Kejadian perampokan ini sangat mungkin dilakukan oleh pengemudi taksi online bekerja sama dua orang saat beroperasi. Begitu pula kejadian perampokan ini membuktikan bahwa perusahaan aplikator taksi online yang mengelola bisnis taksi online tidak melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap para pengemudi taksi online sebagai mitranya,” ungkapnya dalam laporan kepada Kepolisian, hari ini (25 April 2018).

Terjadinya perampokan, menurut dia, juga memerlihatkan betapa pemerintah lemah dan tidak mampu mengawasi para aplikator agar memberikan keamanan bagi pengguna taksi online. ”Kejahatan oleh pengemudi taksi online terhadap penggunanya sudah sering terjadi di Indonesia,” sebutnya.

 

Riwayat Kejahatan Taksi (Roda Empat) Online:

  • 11 Oktober 2017 seorang perempuan penumpang taksi online hampir diperkosa di Makassar,
  • 17 Januari 2018 seorang perempuan dirampok oleh pengemudi taksi online yang ditumpangi di Bandung,
  • 12 Pebruari 2018 seorang perempuan dicabuli dan dibuang di sekitar bandara Soekarno Hatta oleh pengemudi taksi yang ditumpangi korban.
  • 18 Maret 2018 l kejahatan dilakukan pengemudi taksi online terhadap penumpang, Yun Siska Rohani (29 tahun) dibunuh oleh pengemudi taksi online yang korban tumpangi di Bogor.

Sumber: FPTOI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *