#
Masih rendah tingkat kedisiplinan warga Jawa Barat dalam mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Satpol PP Jawa Barat mencatat 927 pelanggar protokol kesehatan. (Dok. Tempo.com).

Masih Rendah Kedisiplinan Warga Jawa Barat dalam Mematuhi Protokol Kesehatan
Satpol PP Jawa Barat mencatat 927 pelanggar protokol kesehatan, sejak penerapan Pergub Jabar No.60 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan

EmitenNews.com – Masih rendah tingkat kedisiplinan warga Jawa Barat dalam mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Satpol PP Jawa Barat mencatat 927 pelanggar protokol kesehatan. Itu terdata sejak penerapan Pergub Jabar No.60 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jabar.

“Kedisiplinan masyarakat pakai masker di kantor pelayanan publik dan fasilitas publik milik Pemda Provinsi Jabar masih rendah. Hal tersebut terlihat dari 927 orang yang tidak membawa masker, membawa masker tetapi tidak digunakan, atau pakai masker tidak sesuai prosedur kesehatan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jabar, M. Ade Afriandi, di kantornya, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

Satpol PP Jabar intens menggelar operasi pengawasan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di kantor pelayanan publik dan fasilitas publik milik Pemerintah Provinsi Jabar. Hal itu dilakukan sebagai implementasi dari Pergub Jabar Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam PSBB dan AKB di Jabar.

Selama operasi pengawasan berlangsung, Satpol PP Provinsi Jabar mencatat alasan masyarakat melanggar protokol kesehatan. Dari 927 pelanggaran, setidaknya ada lima alasan paling dominan. Alasan pelanggaran paling banyak adalah lupa. Berikutnya, merasa tidak nyaman memakai masker, sulit bernapas kalau pakai masker.

“Lainnya, tidak peduli dengan aturan menggunakan masker. Artinya tidak mementingkan keselamatan diri dan orang lain. Terakhir, sengaja abaikan protokol kesehatan,” ujar Ade Afriandi seperti dilansir dari Antara.

Dari sejumlah alasan tersebut, Satpol PP Provinsi Jabar menyimpulkan, pemahaman masyarakat terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan, khususnya pakai masker, masih rendah. Maka itu, operasi pengawasan disertai juga dengan sosialisasi. Satpol mengajak masyarakat menyadari kenapa pemerintah daerah mendorong pemakaian maskar, untuk diri sendiri dan orang lain, supaya tidak terpapar Covid-19.

“Setiap operasi kami menurunkan 4 tim dengan membawa spanduk imbauan. Misalnya ‘Pilih Pakai Masker atau Denda’ dan ‘Pakai Masker Demi Kau, Dia, dan Buah Hati,” kata Kepala Satpol PP Jabar, M. Ade Afriandi. ***

 

Check Also

Kementerian Kesehatan jadi Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta
Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi menjelaskan, kemungkinan pegawai Kemenkes tertular virus corona ketika berada di luar kantor, seperti di halte atau transportasi publik

EmitenNews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi klaster terbesar penyebaran virus corona penyebab coronavirus disease 2019 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: