Menkeu : Defisit APBN Januari 2018 Rp 37,4 Triliun

emiten

Makro & Moneter, Regulator Update Tuesday, 20th February 2018 5:23:32 PM • 6 months ago


EmiteNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan per 31 Januari 2018 realisasi APBN berjalan dengan baik dan  positif. capaian penerimaan negara terutama pajak mengalami perbaikan signifikan yang didukung pertumbuhan sektoral yang memadai.

Kementerian Keuangan mencatat per 31 januari realisasi pendapatan negara mencapai Rp 101, 4 triliun atau mencapai sekitar 5, 3 persen dari APBN 2018 sebesar Rp 1.894, 7 triliun. jumlah ini mengalami pertumbuhan 14,7 persen dibandingkan Januari 2017 yang realisasinya hanya mencapai Rp 88,4 triliun.

Realisasi APBN 2018 tercatat membaik diikuti dengan capaian januari 2018 terbilang positif. harga minyak mengalami defiasi yaitu US$ 65,6 dolar per barel lebih tinggi dari asumsi US$ 48 dolar per barel.

Sri Mulyani mengungkapkan defisit anggaran mencapai Rp 37,4 triliun atau 11,4 persen dari asumsi APBN 2018 yang sebesar Rp 325,9 triliun.

Realisasi belanja negara mencapai Rp 138, 4 triliun atau sebesar 6,2 persen dari target APBN sebesar 2.220,7 triliun rupiah. Capaian ini tumbuh 3,9 persen dibandingkan 2017 yang hanya mencapai Rp 133,3 triliun. Dengan capaian tersebut Sri Mulyani yakin momentum pertumbuhan dapat dimanfaatkan.

”APBN Januari 2018 menunjukan suatu kinerja yang sangat positif baik diukur dari penerimaan baik pajak bea cukai dan artinya ada perkembangan positif di sektor ekonomi baik pertambangan manufaktur dan lainnya,”ucap Sri Mulyani di Jakarta, Senin (20/2/2018).

sedangkan untuk keseimbangan primer realisasi tercatat sebesar Rp 13,9 triliun atau 15, 9 persen terhadap APBN dan tumbuh 37, 6 persen dibandingkan januari 2017.  Selanjutnya defisit anggaran tercatat 0, 25 persen dari target APBN sebesar 2,19 persen terhadap produk domestik bruto dan pembiayaan anggaran sebesar Rp 21,8 triliun.