#
Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, (Dok. KPK.go.id).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Bisa Kebat-kebit Karena Fakta Hukum KPK Ini
Sang menteri dituding menerima Rp70 juta dari mantan Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin, terpidana kasus jual beli jabatan di Kemenag

EmitenNews.com – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bisa kebat-kebit karena fakta hukum KPK ini. Komisi antirasuah memastikan mengembangkan kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. Sang menteri dituding menerima Rp70 juta dari mantan Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin, seorang terpidana.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif, memastikan pihaknya tengah membuka penyelidikan baru setelah putusan pengadilan terhadap Haris Hasanuddin. Tetapi, Syarif masih enggan merinci soal penyelidikan baru oleh komisi antirasuah. Pasalnya, kasus ini masih dalam tahapan penyelidikan belum penyidikan.

“Ada pengembangan kasus lagi, penyelidikan lebih lanjut. Pengembangan penyelidikan yang baru, tapi saya belum bisa beritahukan,” kata Laode Syarif, di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Dalam amar putusan yang dibacakan Rabu (7/8/2019), Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Menag Lukman Hakim Saifuddin sebagai pihak yang turut kecipratan duit haram kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama itu.

Lukman dituding menerima Rp70 juta yang diberikan Haris bertahap masing-masing Rp50 juta dan Rp20 juta. Uang diberikan karena Lukman telah berperan dalam mengangkat Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Haris adalah satu dari dua penyuap (mantan) Ketua Umun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. Hakim akhirnya menghukum Haris selama  2 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan.

Penyuap lainnya, Muafaq Wirahadi sudah divonis pidana 1,5 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin, di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019), menegaskan menghormati langkah KPK mengusut kasus suap jual beli jabatan di Kemenag terkait OTT Romahurmuziy alias Rommy. Ia mengaku mengajak seluruh ASN Kemenag memberikan dukungan penuh kepada KPK. ***

 

Check Also

BKN Buka Penerimaan CPNS Setelah Presiden-Wapres 2019-2024, Joko Widodo-Ma’ruf Amin Dilantik
Kuota calon Aparatur Sipil Negara untuk 2019 sebanyak 100 ribu orang, dan pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja 75 ribu orang

EmitenNews.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *