#
Kementerian Pertanian mempersiapkan tanam musim ke dua setelah panen, di atas lahan 5,6 juta hektare, mengantisipasi mundurnya masa tanam akibat dampak pandemi virus corona (covid-19). (Dok. Youtube).

Menteri Pertanian Ingatkan Petani Tentang Mekanisasi untuk Antisipasi Kelangkaan Pangan
Mengantisipasi mundurnya masa tanam akibat dampak pagebluk covid-19, beberapa daerah mempersiapkan masa tanam musim ke dua, setelah panen. Mentan SYL menargetkan luas tanam padi 5,6 juta hektare

EmitenNews.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan petani tentang mekanisasi untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern sekaligus mempercepat masa tanam mengantisipasi kelangkaan pangan. Kementerian Pertanian mempersiapkan tanam musim ke dua setelah panen di atas lahan 5,6 juta hektare, mengantisipasi mundurnya masa tanam akibat dampak pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (22/5/2020), untuk mengantisipasi kelangkaan pangan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga mengingatkan petani tentang mekanisasi pertanian. Dengan Alsintan, proses pertanian bisa cepat, efisien dan mampu meningkatkan produksi. “Gunakanlah alat canggih supaya kita bisa ekspor. Kita harus serius dalam mengurus pertanian ini.”

Mengantisipasi mundurnya masa tanam akibat dampak pagebluk covid-19,  beberapa daerah mempersiapkan tanam musim ke dua, setelah panen. Menteri Syahrul Yasin Limpo akan melakukan percepatan musim tanam ke dua dengan target luas tanam padi 5,6 juta hektare sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2020. Curah hujan diperkirakan masih berlangsung hingga Juni 2020. Berdasarkan data itu, pemerintah percepat penanaman.

“Menurut ramalan BMKG, Mei sampai Juni akan hujan, kita percepat tanam, segera masuk kembali ke lahan pertanian, segera jajaran Kementerian Pertanian bagikan bibit, pupuk dan mempersiapkan alsintan,” kata Mentan SYL  dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (18/5/2020).

Syahrul menargetkan lahan seluas 5,6 juta hektare siap ditanami dengan perkiraan produksi gabah lima hingga enam ton per hektare sehingga bisa mendapatkan 20 juta ton gabah kering giling. Sebelumnya, panen raya telah berlangsung sejak April dan akan berakhir pada Juni 2020 di beberapa daerah dengan total luas lahan sekitar 7,46 juta hektare.

Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan percepatan musim tanam kedua dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/5/2020). Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya menyiapkan skenario dalam mengantisipasi perkiraan yang menyebutkan 30 persen wilayah zona musim akan mengalami kemarau lebih kering tahun ini.

Dalam rapat terbatas mengenai Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Ketersediaan Bahan Pangan Pokok, Presiden menekankan pentingnya kebijakan mitigasi agar peningkatan intensitas musim kemarau tahun ini, tidak mengganggu ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)), sebanyak 30 persen wilayah yang masuk zona musim, tiga bulan ke depan akan mengalami kemarau lebih kering lebih dari biasanya.

Tidak sampai di situ, Kepala Negara juga mengingatkan mengenai potensi krisis pangan global yang sempat diperingatkan oleh Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan juga krisis pangan, Presiden menekankan tiga hal: pertama jaminan ketersediaan air di daerah sentra produksi pertanian.

Kedua, Presiden meminta percepatan musim tanam. Ketiga, manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok, untuk bahan-bahan pokok, hitung-hitungannya detail. Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik. ***

 

Check Also

Arthavest (ARTA) Bukukan Laba Melonjak 640 Persen di Kuartal I-2020

EmitenNews.com– Perusahaan Investasi yang tercatat pada papan pengembangan perdagangan BEI,PT Arthavest Tbk (ARTA) membukukan Laba …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: