Modal Setor Penyelenggara Uang Elektronik Rp 3 Miliar

Bank sentral Wajibkan 30 Persen Dana Floating ditempatkan di Bank Buku 4.

andi baco

Ekonomi Update, Makro & Moneter Monday, 7th May 2018 5:05:07 PM • 2 weeks ago


EmitenNews – Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai 15 pokok regulasi prinsip-prinsip ijin uang elektronik. BI mewajibkan penyelenggara uang elektronik memiliki modal disetor minimal Rp 3 miliar

Selain itu Bank sentral juga mewajibkan 30 persen Dana floating ditempatkan dibank buku 4.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Onny Wijanarko mengatakan, pada prinsipnya BI mewajibkan uang elektronik tidak menimbulkan resiko sistemik. Penyelenggara memiliki Keuangan sehat serta patuh pada Peraturan dalam rangka perlindungan konsumen.
Nantinya BI mengkategorikan penyelenggara uang elektronik kepada menjadi dua yakni, close loop atau uang elektronik yang hanya bisa dipakai diusahanya sendiri, serta Open loop adalah uang elektronik yang bisa dipakai diberbagai usaha.
BI memastikan ijin uang elektronik dikecualikan pada close loop dengan nilai dibawah Rp 1 miliar.
Sedangkan lembaga selain bank diwajibkan memiliki minimal modal set or sebesar Rp 3 miliar, Dan wajib meningkatkan minimum modal set or seiring peningkatan Dana floating.

“jadi yang diatur dengan on going modal disetor ini adalah lembaga selain bank (LSB),yang kedua penerbitan LSB wajib meningkatkan minimum modal disetor seiring peningkatan dana float,”ucap Onny Wijanarko di Jakarta (7/5).

Penyedia uang elektronik wajib menempatkan 30 persen Dana uang elektronik di bank buku 4. Sedangkan 70 persen Dana float wajib ditempat dalam Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Berharga BI.
Selain itu dalam kepemilikan penyedia jasa uang elektronik juga wajib memenuhi kepemilikan 51 persen Warga Negara Indonesia (WNI) atau Badan Usaha Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *