#

MTFN Optimalkan Capex USD10 Juta untuk Eksplorasi Blok Air Komering

EmitenNews – PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) menganggarkan sebesar USD10 juta untuk belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2018. Angka tersebut kali dua lebih kecil dibandingkan USD20,6 juta dianggarkan untuk 2017.

Capex pada 2018 terutama dialokasikan untuk kegiatan di PT Cahaya Batu Raja Blok (CBRB) yang merupakan anak usaha perseroan di bidang eksplorasi migas, blok Air Komering.

Sumber dana capex berasal dari hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) yang dilakukan MTFN belum lama ini. Perseroan akan menggunakan untuk membiayai kegiatan seismik dua dimensi (2D) di Sumur Delinasi Air Komering 1 (AK-1) hingga ke Sumur Selulu-1, serta pembiayaan untuk pemboran terpadu (integrated drilling).

”Kami sudah menemukan migas di Sumur AK-1 (discovery). Kemudian, kami melanjutkan pekerjaan pengeboran di sumur Air Komering-2 (AK-2). Itu untuk pemenuhan komitmen pasti seperti yang diamanatkan dalam Production Sharing Contract (PSC),” Direktur dan Corporate Secretary MTFN, Sugeng Purnomo, saat paparan publik di Jakarta, Rabu (20/12).

Saat komitmen pasti tersebut sudah terpenuhi maka kegiatan eksplorasi selanjutnya adalah ke sumur Selulu-1, termasuk kegiatan seismik di sumur AK-2 dan di sumur Selulu-1 yang keduanya berjarak sekitar 4 kilometer.

Maka, menurut dia, perseroan saat ini juga sedang memohon adanya plan of development (POD) dengan satu sumur setelah sumur yang sudah berstatus discovery tersebut disuspen untuk memeroleh tambahan waktu eksplorasi.

Total dana dibutuhkan untuk seismik dari kawasan sumur AK-2 ke sumur Selulu-1 diperkirakan sebesar USD9,2 juta. Cadangan gas di sumur Selulu-1 diperkirakan mencapai 245 miliar kaki (billion cubic feet/bcf). Sedangkan cadangan minyak di Selulu-1 diindikasikan bisa mencapai tiga kali dari AK-1.

”Sisanya sekitar USD800 ribu akan digunakan untuk membiayai kegiatan pengeboran terpadu (integrated drilling) dengan rata-rata kedalaman 1.200 meter serta membiayai gaji tenaga kerja yang menunjang kegiatan tersebut,” Sugeng menuturkan.

Di luar itu, kegiatan anorganik tetap dilakukan MTFN dengan mengakuisisi tiga perusahaan di sektor hilir migas. Akusisi dimaksud terhadap PT Indo Kilang Prima, PT Indo LNG Prima, dan PT Indogas Kriya Dwiguna.

PT Indo Kilang Prima adalah perusahaan yang mengoperasikan kilang minyak mini di Sumatera Utara dan Jawa Timur dan PT Indo LNG Prima adalah perusahaan pemasok gas LNG di Jawa Timur.

Sedangkan PT Indogas Kriya Dwiguna adalah perusahaan yang menjual gas ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan kegiatan penjualan tersebut telah berlangsung.(ZAF)

Check Also

PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Dapat Ijin Dirikan Anak Usaha

EmitenNews.com – PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menyatakan bahwa perseroan bersama dengan PT Semeru …