EmitenNews.com - Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel akan tancap gas setelah initial public offering (IPO). Setidaknya empat strategi akan dijalankan. Salah satunya menambah portofolio menara melalui akuisisi.


Secara organik membangun menara, dan anorganik mengakuisisi menara. Untuk tengerek performa, Mitratel akan mengakuisisi 6.000 menara. Mempersiapkan diri sebagai perusahaan infrastruktur digital. ”Dan, meningkatkan efisiensi via pemanfaatan teknologi,” tutur Hendra Purnama, Direktur Investasi Mitratel, di Jakarta, Selasa (26/10).


Mitratel memiliki perbedaan besar dengan para kompetitor. Tiga pembeda utama yaitu 57 persen menara perusahaan berlokasi di luar jawa. Itu kelebihan, dan akan menjadi area pertumbuhan berikutnya. ”Perseroan didukung pelanggan berkualitas tinggi,” ucap Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci. 


Mitratel akan melepas maksimal 24,54 miliar saham. Jumlah itu, setara 29,85 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan nilai nominal Rp228 per saham. Saham Mitratel akan ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp775-975 per lembar, sehingga Mitratel akan meraup dana IPO maksimum Rp24,9 triliun.


Mandiri Sekuritas bertugas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek bersama dengan BRI Danareksa Sekuritas. Setelah IPO, susunan pemegang saham Mitratel menjadi PT Telkom Indonesia (TLKM) 70,15 persen atau 60,02 miliar saham, PT Metra Digital Investama 1 saham, dan masyarakat 29,85 persen atau 25,54 miliar saham. (*)