EmitenNews.com - Perusahaan investasi milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan menyiapkan dana maksimal Rp150 miliar untuk membeli sebanyak-banyaknya 45 juta saham.

 

Berdasarkan keterbukaan informasi terkait Rencana Pembelian Kembali Saham yang dipublikasi di Jakarta, Selasa (15/3), SRTG berencana membeli kembali saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan yang saat ini tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

Menurut manajemen SRTG, pelaksanaan buyback saham ini akan dilakukan setelah perseroan mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPS -LB yang akan digelar pada 21 April 2022 sampai RUPS Tahunan selanjutnya yang akan diadakan selambat-lambatnya pada 30 Juni 2023.

 

"Biaya yang akan dikeluarkan dalam pelaksanaan pembelian kembali saham adalah sebanyak-banyaknya Rp150 miliar, termasuk biaya perantara pedagang Efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham," sebut manajemen SRTG.

 

Perlu diketahui, pelaksanaan buyback saham akan dilakukan melalui BEI maupun di luar Bursa, dan SRTG telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai Anggota Bursa (AB) yang akan melakukan buyback saham SRTG.

 

Adapun jumlah saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya 45 juta lembar atau setara dengan 0,33 persen dari modal disetor SRTG. "Harga pelaksanaan pembelian kembali saham akan mengacu pada Pasal 10 dan Pasar 11 POJK Nomor 30 Tahun 2017.

 

Manajemen SRTG berharap, pelaksanaan buyback saham ini tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan kegiatan operasional SRTG, karena perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup baik untuk menjalankan kegiatan usaha.

 

Sebagai tambahan informasi, dalam data kepemilikan saham yang terdapat pada laman BEI, pemegang saham mayoritas SRTG adalah Edwin Soeryadjaya sebanyak 33,104 persen, lalu menyusul di bawahnya ada PT Unitras Pertama sebanyak 32,721 persen, lalu ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno sebesar 21,51 persen dan pemegang saham lainnya sebesar 12,166 persen.