OJK Bahas Fintech pada Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali

RS gen

OJK, Regulator Update Monday, 8th October 2018 1:22:03 PM • 2 weeks ago


EmitenNewsFinancial Technology (Fintech) menjadi salah satu perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Pertemuan Tahunan IMF – Bank Dunia di Bali, 12 – 13 Oktober 2018. Dibahas secara khusus dengan titik berat dua tema.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo, mengumumkan lima kegiatan sebagai dukungan OJK atas perhelatan ekonomi dunia itu. ”Berbagai kegiatan digelar OJK untuk mendukung pertemuan tahunan IMF – Bank Dunia agar hasil dari kegiatan tersebut dapat langsung disajikan dalam bentuk event yang bersifat implementatif dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia sebagai negara penyelenggara,” kata dia, hari ini (08/10).

Terutama untuk Industri Jasa Keuangan Indonesia. Fintech menjadi salah satu hal yang dibahas OJK pada ajang tersebut.

Baca Juga: Begini Poin-poin Payung Hukum Pengembangan Fintech dari OJK

Khusus untuk Fintech, OJK menggelar Fintech Talk Seminar. Menjadi upaya OJK untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dan menyeluruh dalam mendalami peran Fintech sebagai platform inklusi keuangan dan peningkatan akses pendanaan bagi segmen mikro danSmall Medium Enterprise(SME) serta Keuangan Syariah.

Seminar itu didukung oleh Asian Development Bank (ADB) dan akan dibagi menjadi dua sesi panel.

Sesi pertama mengusung tema Utilizing FinTech as a Platform as a Tool for Enhancing Micro, Small, Medium Enterprises and Financial Inclusionyang akan membahas lingkup penggunaan platform fintech untuk mengembangkan UMKM dan inklusi keuangan.

Sesi kedua mengangkat tema Fintech Models for Islamic Banking akan memaparkan berbagai model bisnis Fintech yang dapat menjadi alternatif dalam lingkup keuangan syariah.

Seminar Fintech itu akan diperkuat dengan kegiatan OJK High Level Policy Dialogue Forum: The Future of Finance.  “OJK memfasilitasi forum bagi pimpinan otoritas dan akademisi/ahli terpandang dari luar negeri berinteraksi dan berdiskusi bersama para pimpinan industri jasa keuangan, lembaga multilateral mengenai transformasi sektor jasa keuangan di tengah era revolusi teknologi digital dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan dan mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable development),” Anto menuturkan.

Dalam forum tersebut akan dibahas pencapaian sustainable development goals selama tiga tahun terakhir ini dan tantangan ke depan sampai 2030. Baik di negara berkembang maupun maju serta pengaruh disrupsi kemajuan teknologi digital ke depan terhadap ekonomi dan sektor keuangan.

Tema dialog yang diangkat adalah The Future of Finance dan menghadirkan narasumber Wimboh Santoso (Chairman, OJK), Joseph Stiglitz (Professor, Columbia University), Ma Jun (Tsinghua National Institute of Financial Research), Philip A. Hammond (Chancellor of the Exchequer, United Kingdom), dan John B. Taylor (Professor, Standford University).

Masih berkaitan dengan itu, program ketiga adalah OJK International Seminar Research on Financial Sector and the Future of Finance.  Seminar riset itu bertujuan untuk menampilkan hasil penelitian terkini dari berbagai universitas luar negeri dan riset OJK bersama universitas dalam negeri mengenai isu-isu sektor keuangan yang sedang berkembang pada saat ini.

Seminar riset yang didukung oleh International Finance Corporation (IFC) itu mengangkat tema Financial Sector Development and The Future of Finance dan menunjukkan inisiatif OJK dalam membangun iklim riset dan bertujuan antara lain untuk menyediakan forum bagi akademisi, ahli, regulator, dan profesional industri jasa keuangan untuk meningkatkan pemahaman masing-masing mengenai isu terkini di sektor keuangan.

Program keempat OJK adalah Pertemuan koordinasi Financial Service Authority (FSA) di Asia

Forum koordinasi antar-FSA di Asia. Kegiatan itu merupakan inisiatif OJK dan merupakan forum awal bagi FSA di Asia yang bentuknya independen, yakni fungsi pengawasan industri jasa keuangannya terintegrasi dan tidak menyatu dengan fungsi bank sentral.

Dijadwalkan akan hadir otoritas keuangan dari Korea dan Jepang. Forum koordinasi ini akan membahas berbagai isu yang  berkembang dalam era transformasi digital seperti  tantangan kerangka pengawasan Fintech dan risiko cybersecurity.

Terakhir, OJK akan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan otoritas jasa keuangan Thailand dan Singapura.

Berita Terkait: OJK: Total Fintech Ilegal Mencapai 407 Perusahaan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *