OJK: Dirut BPR KS Bali Agung Sedana Kucurkan Kredit Palsu Rp24,225 Miliar

Total OJK Proses Delapan Kasus Tindak Pidana Perbankan

RS gen

OJK, Regulator Update Wednesday, 25th April 2018 11:43:46 AM • 5 months ago


EmitenNews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap kasus di BPR KS Bali Agung Sedana (BAS) senilai Rp24,225 miliar. Terjadi ketidaksesuaian prosedur terkait pemberian kredit kepada 54 debitur.

Tindak Pidana Perbankan disebut dilakukan Direktur Utama BPR KS BAS. Inisial namanya adalah NS.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Rokhmad Sunanto bersama pihak Kepolisian Daerah Bali, di Bali, Rabu (25/04).

Rokhmad menjelaskan bahwa pengungkapan kasus berawal dari temuan dalam proses pengawasan yang dilakukan OJK terhadap kegiatan BPR KS BAS yang kemudian ditindaklanjuti oleh Satuan Kerja Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK.

Modus operandi dilakukan NS sebagai Direktur Utama sekaligus sebagai Pemegang Saham BPR KS BAS adalah dengan memerintahkan pegawai BPR untuk memeroses pemberian kredit kepada 54 debitur dengan total nilai sebesar Rp. 24,225 miliar.

Teradi pada periode Maret 2014 sampai dengan Desember 2014 yang prosesnya tidak sesuai dengan prosedur sehingga menyebabkan pencatatan palsu. Selain itu tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan Bank terhadap ketentuan perbankan.

Dalam kasus ini, NS bekerjasama dengan JAL (Dirut/ pemilik PT HIS, penyalur tenaga kerja) yang saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh Penyidik Polda Bali.

Sejumlah tindakan penyidikan yang telah dilakukan OJK terkait kasus ini antara lain; memeriksa 25 orang saksi termasuk pegawai BPR KS BAS Bali, notaris, debitur, pemilik dan staf perusahaan penyalur Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang.

Kemudian memeriksa dua orang ahli dari internal OJK dan dari FH Universitas Udayana Bali, memeriksa tersangka, melakukan penyitaan barang bukti berupa dokumen kredit dan kelengkapannya dengan penetapan penyitaan dari Pengadilan Negeri Denpasar Bali.

Selain itu menyerahkan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum dan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya, OJK melalui Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor KEP-202/D.03/2017 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat KS Bali Agung Sedana, mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat KS Bali Agung Sedana, yang beralamat di Jalan Raya Kerobokan Nomor 15Z, Kuta, Badung Bali terhitung sejak tanggal 3 November 2017.

BPR tersebut telah masuk status Bank Dalam Pengawasan Khusus sejak tanggal 12 April 2017. Sesuai ketentuan yang berlaku, kepada BPR dimaksud diberikan kesempatan selama 180 hari atau sampai dengan tanggal 9 Oktober 2017 untuk melakukan upaya penyehatan.

Selain mengungkap kasus ini, Departemen Penyidikan OJK telah menangani sebanyak 9 kasus di sektor jasa keuangan yang kesemuanya telah P-21 (pemberitahuan Hasil Penyidikan sudah lengkap), terdiri dari 8 kasus Tindak Pidana Perbankan, dan 1 Tindak Pidana Asuransi (IKNB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *