#
Seorang pegawai melintas di papan chart saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: ist

OJK Setuju Perusahaan Utang Bank Sampai Rp 1 Triliun Didorong IPO

EmitenNews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui usulan agar perusahaan dengan utang bank mencapai Rp 1 triliun didorong melakukan Initial Public Offering (IPO). Terdapat 120 perusahaan level itu di Indonesia dan secara umum layak menjadi perusahaan publik.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan OJK terkait usulan mendorong perusahaan dengan utang bank dalam jumlah besar itu supaya menawarkan saham kepada publik. Sebab perusahaan peraih utang bank mencapai Rp 1 triliun umumnya sudah melakukan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan pembukuan keuangannya relatif baik.

”Kita usulkan ke OJK dan disetujui. Pak Muliaman D Hadad (Ketua Dewan Komisioner OJK) dan bu Nurhaida (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK) setuju kalau perusahaan utang di bank lebih dari Rp 1 triliun untuk IPO,” ucapnya di gedung BEI, Rabu (05/07).

Saat ini, dari data diperoleh menurut Tito terdapat sebanyak 120 perusahaan yang tercatat memiliki utang di atas Rp 1 triliun.

Jika sudah dalam jumlah besar seperti itu, kata Tito, sebaiknya mencari sumber pendanaan langsung dari masyarakat melalui IPO. Sebab pada prinsipnya bank juga menyalurkan dana pihak ketiga dari masyarakat.

Dengan melakukan IPO maka perusahaan-perusahaan tersebut bisa sekalian berbagi keuntungan kepada masyarakat. ”Pada prinsipnya, perusahaan meminjam uang dari masyarakat, tolong dong masyarakat diberi kesempatan memiliki sahamnya lewat IPO,” pintanya.

Terlebih perusahaan pemilik utang lebih dari Rp 1 triliun hampir pasti perusahaan relatif besar dan memiliki daya tarik tersendiri. Dengan begitu maka saat melakukan IPO, potensi minat masyarakat terhadap sahamnya pun tinggi. ”Hanya perusahaan yang baik yang mendapatkan pinjaman bank sebesar itu,” tegasnya.

Tito juga sudah menyampaikan hal sama kepada presiden Jokowi. Diharapkan kelak terjalin kerjasama dengan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) terkait akses data, informasi, dan produk dalam rangka mendorong pengembangan industri pasar modal Indonesia.

Check Also

Net Sell Rp31 Miliar, IHSG Turun 0,38 Persen. Saham TLKM, BBRI dan UNTR Yang Dijual Asing di Sesi I

EmitenNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI hingga akhir sesi I perdagangan saham …

%d bloggers like this: