#

Outlook Negatif, Pefindo Tetapkan Peringkat PT Global Mediacom (BMTR) “idA+”

EmitenNews.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat idA+ untuk PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2017 dan peringkat idA+(sy) untuk Sukuk Ijarah I Berkelanjutan Tahun 2017. Namun, outlook untuk peringkat korporasi dipertahankan negatif.

Analis Pefindo dalam rilisnya Kamis (11/7) menjelaskan, untuk mengantisipasi ukuran-ukuran struktur permodalan dan proteksi arus kas yang melemah secara berkelanjutan, dengan potensi utang yang lebih tinggi untuk ekspansi usaha di segmen TV berbayar, terutama segmen broadband, dengan risiko pembiayaan kembali yang meningkat pada entitas anak dengan bisnis TV berbayar berbasis satelit jika gagal mengurangi utang dari rencana aksi korporat.

Ditambahkan, BMTR sedang dalam proses memiliki investor strategis melalui private placement pada PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), yang juga telah mencatatkan sahamnya melalui penawaran umum perdana pada awal Juli 2019. Selain itu, sebagian besar utang, termasuk utang pada entitas anak, didenominasi dalam dolar Amerika Serikat, yang dapat meningkatkan risiko nilai tukar jika rupiah melemah.

Semua hal ini dapat memberi tekanan pada peringkat BMTR, terutama jika Perusahaan tidak dapat merealisasikan rencana aksi korporat berupa private placement yang diharapkan dalam jangka pendek. BMTR berencana menggunakan sebagian dari hasil rencana aksi korporat untuk mengurangi utang pada BMTR dan PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). MSKY memiliki risiko pembiayaan kembali atas utangnya karena harus melunasi utang sindikasi sebesar AS$93,5 juta pada bulan September dan Desember 2019.

Peringkat tersebut mencerminkan kepemilikan mayoritas BMTR pada perusahaan-perusahaan media terbesar dan terkemuka; beragamnya jasa layanan media mulai dari media televisi, TV berlangganan, bisnis konten, media online dan broadband internet yang disediakan oleh entitas-entitas anak; dan profitabilitas operasional yang baik. Peringkat dibatasi oleh akses tidak langsung terhadap arus kas operasional, leverage keuangan yang relatif tinggi dengan risiko fluktuasi mata uang asing sehubungan dengan utang dalam dolar Amerika Serikat yang dimiliki entitas anak, dan persaingan yang ketat pada industri media.

Check Also

Selain ke PT Telkom (TLKM), PT Indosat Ooredoo (ISAT) Juga Jual 1.000 Menara ke PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) Senilai Rp1,95 Triliun

EmitenNews.com – PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menyampaikan, selain transaksi jual beli menara dengan anak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *