#
Pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) di Indonesia masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sabtu (17/10/2020), terdapat penambahan 4.301 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir. (Dok. bbc.com).

Pandemi Virus Corona di Indonesia Masih Mengkhawatirkan, Jangan Lupa Gunakan Masker
Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, Sabtu (17/10/2020), terdapat penambahan 4.301 kasus Covid-19. Alhasil total kasus Covid-19 di Tanah Air kini 357.762 orang

EmitenNews.com – Pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) di Indonesia masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sabtu (17/10/2020), terdapat penambahan 4.301 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Alhasil sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo, Senin (2/3/2020), total kasus Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 357.762 orang.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan hal itu melalui data yang diterima wartawan pada Sabtu sore. Data penularan virus dengan nama ilmiah SARS-CoV-2 itu, juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, dengan update rutin setiap sore.

Dari data yang dikumpulkan pemerintah dalam 24 jam terakhir, mulai Jumat (16/10/2020) siang sampai Sabtu pukul 12.00 WIB itu, juga menunjukkan penambahan 4.048 pasien Covid-19 yang sembuh setelah dinyatakan tidak lagi terinfeksi virus corona.

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif virus corona. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh kini berjumlah 281.592 orang.

Sayangnya masih terdapat penambahan kasus pasien yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus yang dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu. Sabtu ini, Satgas mendata ada 84 orang penderita covid-18 yang tutup usia. Dengan begitu total kasus kematian sampai saat ini mencapai 12.431 orang.

Berdasarkan sejumlah data dari Satgas itu, diketahui kasus aktif Covid-19 kini berjumlah 76.170 orang. Mereka merupakan pasien yang masih menjalani perawatan atau sedang isolasi mandiri.

Pemerintah juga mencatat ada 158.700 kasus suspek terkait Covid-19 hingga Sabtu (17/10/2020) pukul 12.00 WIB. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), suspek merupakan istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

Berdasarkan panduan itu, seseorang disebut suspek Covid-19 jika mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Istilah suspek juga merujuk pada orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19. Selain itu, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Karena pandemi covid-19 ini masih mengkhawatirkan, semua kalangan harus makin menyadari pentingnya mematuhi penerapan protokol kesehatan. Antara lain harap menggunakan masker walaupun di dalam rumah. Terutama jika ada anggota keluarga yang rentan tertular virus corona, seperti orang tua, dan anak. Karena penularan virus ini menjadi sangat mudah.

Karena itu, tetaplah di rumah. Tetapi, kalau terpaksa harus keluar rumah, harap diingat untuk selalu mematuhi jarak aman di lapangan, tentu dengan tetap memakai masker seperti direkomendasikan petugas medis. Jangan lupa pula menjaga kebersihan, dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Yang tak kalah pentingnya, ingatlah untuk selalu berdoa, memohon lindungan Allah, agar senantiasa terhindari dari marabahaya. ***

Check Also

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi Mulai Senin Ini
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, perpanjangan itu otomatis berlaku jika tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB transisi

EmitenNews.com – Mengantisipasi lonjakan kasus virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19), Pemerintah Provinsi DKI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: