#
Ilustrasi aktivitas di BEI. Bloomberg League Table merilis data pasar modal, terdapat 26 penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang diluncurkan di Indonesia dalam empat bulan pertama pada 2020. Data kwartal I Bursa Efek Indonesia itu, menggambarkan jumlah pertukaran tertinggi di Asia Tenggara. (Dok. EmitenNews).

Pasca IPO, PT Itama Ranoraya (IRRA) Optimis Laba Tahun 2020 Naik 44 Persen Jadi Rp46 Miliar

EmitenNews. com – Perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) optimis akan meraih inerja cemerlang pasca pencatatan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan optimis pada 2020 mendatang dapat mencapai laba bersih sebesar Rp46 miliar atau meningkat 43,75 persen dari target di 2019 sebesar Rp32 miliar.

Menurut Direktur IRRA, Heru Firdausi Syarif mengatakan, laba bersihtersebut akan ditopang oleh penjualan alat kesehatan ke institusi pemerintah dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang sebesar Rp 300 miliar.

“Tahun depan laba bersih bisa mencapai Rp46 miliar dengan nilai penjualan sebesar Rp422 miliar,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (15/10).

Menurutnya, perseroan optimistis target laba bersih tahun ini akan tercapai, lantaran penjualan ke institusi pemerintah yang sempat tertunda mulai berangsur membaik sejak Agustus 2019. “Pada awal tahun ini penjualan alat kesehatan ke institusi pemerintah mengalami penundaan, karena adanya pelaksanaan pemilihan umum presiden,” imbuhnya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan, pada tahun depan tingkat penjualan dan perolehan laba bersih IRRA bakal bertumbuh positif, lantaran didukung oleh dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang mencapai Rp149,6 miliar.

“Sebesar 60 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan jaringan kantor cabang,” tandasnya.

Selama ini, pasar alat kesehatan IRRA meliputi institusi pemerintah, seperti Kementerian Kesehatan, rumah sakit, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta PMI. Perseroan mendistribusikan beberapa perangkat medis, seperti Oneject Auto Disable Syringe (ADS), Abbott Diagnostic, TerumoBCT dan Ortho Clinical Diagnistic.

“Oneject Indonesia telah melakukan ground breaking pembangunan pabrik kedua di Cikarang, untuk mengejar produksi 1,2 miliar safety needle (jarum suntik dengan pengaman) per tahun,” tandasnya. (Romys)

Check Also

Nelayan Pembudidaya Lobster Jika Butuh Modal Tersedia Pinjaman Lunak Berbunga Rendah
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo: prioritas utama pemerintah adalah mengembangkan pembudidayaan lobster, bukan ekspor benih lobster. Siapa saja yang ingin terlibat silakan

EmitenNews.com – Nelayan pembudidaya lobster di berbagai daerah, yang membutuhkan bantuan modal segeralah menghubungi Kementerian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: