#
Pelarian buron Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (rompi oranye) berakhir di sebuah apartemen di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Kamis (29/10/2020). (Dok. Warta Kota).

Pelarian Buron Penyuap Mantan Sekjen MA Nurhadi Berakhir di Apartemen BSD Tangerang
Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto memberi suap senilai total Rp45,7 miliar kepada Nurhadi dan menantunya Rezky untuk pengurusan perkara di MA

EmitenNews.com – Pelarian buron Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto berakhir di sebuah apartemen di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Kamis (29/10/2020). Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tersangka penyuap eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono itu, setelah ditetapkan sebagai burun sejak 13 Februari 2020.

Dalam dakwaan Nurhadi dan Rekzy, jaksa penuntut umum KPK (JPU KPK) mengungkap Hiendra memberi suap senilai total Rp45.726.955.000 kepada Nurhadi dan Rezky. Uang haram Rp45,7 miliar itu diberikan agar Nurhadi dan menantunya mengurus perkara antara PT MIT dan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait sewa menyewa depo kontainer milik PT KBN seluas 57.330 meter per segi dan seluas 26.800 meter per segi di wilayah KBN Marunda.

Hiendra juga menyuap Nurhadi untuk mengurus gugatan perdata yang diajukan Azhar Umar melawan dirinya terkait Rapat Umum Pemengang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT MIT.

Hiendra bersama Nurhadi dan  Rezky ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA, pada Senin (16/12/2019). Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya kerap kali mangkir dari panggilan penyidik KPK hingga akhirnya ditetapkan sebagai buron pada 13 Februari 2020.

Setelah menetapkan Nurhadi cs masuk daftar pencarian orang (DPO), KPK menggeledah sejumlah tempat untuk mencari Nurhadi cs. Antara lain rumah mertua Nurhadi di Tulungagung, dan kantor firma hukum milik ipar Nurhadi di Surabaya.

Pencarian aparat KPK akhirnya membuahkan hasil. Nurhadi dan Rezky lebih dahulu ditangkap, Senin (1/6/2020), di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers penangkapan Nurhadi, Selasa (2/6/2020), mengimbau Hiendra segera menyerahkan diri.

“Kepada tersangka HS (Hiendra Soenjoto, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal) dan seluruh tersangka KPK yang dalam status DPO, kami ingatkan untuk segera menyerahkan diri kepada KPK,” kata Nurul Ghufron.

Upaya pencarian Hiendra terus diintensifkan. Ketika Nurhadi dan Rezky akhirnya dibawa ke persidangan, Kamis (22/10/2020), Deputi Penindakan KPK Karyoto menegaskan, pihaknya terus mencari keberadaan Hiendra. “Dapat dibilang pengejarannya dari kota ke kota, dari waktu ke waktu, saya sampaikan yang ngejar tersangka pemberinya ini masih di lapangan.”

Satu pekan setelahnya, pengejaran KPK membuahkan hasil. Hiendra ditangkap di sebuah apartemen di kawasan BSD, Kamis (29/10/2020). Karyoto mengungkapkan, selama 8 bulan berstatus buron, Hiendra bersembunyi di sejumlah tempat antara lain Surabaya, Jakarta, serta sejumlah kota kecil di Pulau Jawa.

Karyoto menyebut Hiendra mengganti nomor telepon genggam. Pihak keluarga juga menutup-nutupi keberadaan Hiendra. “Inilah kerja keras dari anggota. Berbagai informasi yang masuk dari masyarakat kita olah dan akhirnya ya mungkin dibilang hari apesnya dia, hari ini tertangkap.”

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menambahkan, Hiendra ditangkap saat berada di sebuah apartemen milik temannya di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Penangkapan Hiendra bermula dari laporan masyarakat. Rabu (28/10/2020), penyidik KPK mendapat informasi mengenai keberadaan HS di apartemen itu, sekitar pukul 15.30 WIB.

Setelah mendapat informasi itu, penyidik KPK berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan petugas keamanan untuk menunggu kesempatan dapat menangkap Hiendra. Keesokan harinya, penyidik mendapati teman Hiendra sedang ingin mengambil barang di mobilnya.

“Dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeledahan, Penyidik KPK dengan disaksikan pengelola apartemen, petugas security apartemen dan polisi, langsung masuk dan menangkap HS,” ujar Lili Pintauli Siregar. ***

 

Check Also

Manajer PT Wijaya Karya (WIKA) Ketut Suarbawa Ditahan KPK
"Sebelumnya akan dilakukan isolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan KPK Kavling C1 dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar

EmitenNews.com – I Ketut Suarbawa kini menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: