Ilustrasi sewa, dan jasa pengiriman kargo. Pengusaha logistik keluhkan mahalnya tarif karga udara. (Dok. Kirimkargo).

Pembahasan Keluhan Pengusaha Logistik soal Mahalnya Tarif Kargo Udara Dilanjutkan Senin
Kementerian Perhubungan: Semua pihak terkait sepakat menyelesaikan persoalan, dan mencari jalan terbaik

EmitenNews – Rapat untuk mencari jalan keluar atas keluhan pengusaha logistik tentang mahalnya tarif kargo udara dilanjutkan Senin (11/2/2019). Pertemuan  di Jakarta, Jumat (8/2/2019), belum menemukan solusi, sehingga diputuskan melanjutkannya pekan depan, dengan melibatkan lebih banyak peserta.

Kepada pers,  usai rapat di Gedung Sainath Tower, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019), Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Dadun Kohar mengatakan, semua pihak terkait bersepakat menyelesaikan persoalan ini, mencarikan jalan terbaik untuk semuanya. Dalam rapat Senin, masalahnya akan dibahas lebih detail.

Tetapi, secara umum pertemuan antara pengusaha logistik dan maskapai yang diwadahi Kemenhub berlangsung lancar. Kedua belah pihak beritikad baik untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, rapat Jumat lalu itu fokus terhadap maskapai Garuda Indonesia, yang sebelumnya menaikkan tarif kargo sampai 50 persen. Pihaknya bersama pengusaha logistik ingin ada win-win solution.

Menurut VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, ada beragam faktor yang membuat maskapainya harus menaikkan tarif, mulai dari harga avtur hingga gejolak nilai tukar rupiah terhadap USD. Pihak maskapai menghitung harga-harga cost dengan inflasi, fluktuasi, harga avtur, kebandaraan, dolar, lalu diputuskan adanya kenaikan tarif itu.

Manajemen Garuda Indonesia telah memetakan berbagai hal dan disimpulkan memang tarif kargo harus naik. Harga yang sudah naik itu, menurut Ikhsan Rosan, sudah sesuai harga keekonomian. “Harga sekarang itu memang sudah harga keekonomian, harga cost. Itu ya harga BEP istilahnya.”

Intinya, tarif yang selama ini berlaku sudah harus disesuaikan dengan kondisi- kondisi yang ada. Itu dilakukan agar biaya operasional yang dikeluarkan Garuda Indonesia bisa ditutup dengan tarif yang diberlakukan.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) mengeluhkan tingginya tarif kargo udara. Tarif angkutan logistik menggunakan pesawat itu dikeluhkan karena terus naik. Pemerintah merespons cepat dengan mempertemukan pengusaha dan pihak maskapai.

Dari undangan pertemuan itu, diketahui Kemenhub ingin menindaklanjuti surat Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspedisi Ekspres Indonesia (Asperindo) kepada Presiden Joko Widodo. Surat Asperindo berisi penolakan terhadap kenaikan tarif surat muatan udara (SMU) atau kargo udara, karena membebani perusahaan, yang ujung-ujungnya bisa memberatkan masyarakat sebagai konsumen.

Yang diundang, maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, Batik Air dan Wings Air. Dari kalangan pengusaha logistik diwakili  Asperindo dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia. Turut diundang pengelola bandara, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. ***

 

Check Also

KPK Tetapkan Direktur Utama PLN Tersangka Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1
Sofyan Basir beberapa kali membantah menerima janji fee dari proyek PLTU Riau-1, yang dikerjakan pengusaha Johanes Kotjo

EmitenNews.com – KPK menetapkan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka kasus suap Proyek …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login to chat with other users!
WhatsApp chat