#
Ilustrasi panen padi di sawah. Menteri BUMN Erick Thohir berencana menggabungkan PTPN, Perum Bulog dan RNI dalam klaster pangan. Dengan penggabungan klaster pangan ini, diyakini BUMN dapat mengurangi impor dan ke depan bisa mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas tahun 2045. (Dok. Edunews.co).

Pemerintah Dorong Terbentuknya Rantai Industri Pangan Terkonsolidasi di BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir berencana menggabungkan PTPN, Perum Bulog dan RNI dalam klaster pangan. Langkah ini diyakini dapat mengurangi impor dan bisa mewujudkan ketahanan pangan

EmitenNews.com – Pemerintah mendorong terbentuknya rantai industri pangan yang terkonsolidasi di Badan Usaha Milik Negara. Untuk itu, Menteri BUMN Erick Thohir berencana menggabungkan PTPN, Perum Bulog dan RNI dalam klaster pangan. Dengan penggabungan klaster pangan ini, diyakini BUMN dapat mengurangi impor dan ke depan bisa mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas tahun 2045.

“BUMN sedang menyiapkan roadmap untuk industri pangan di BUMN. Dengan penggabungan PTPN, Bulog dan RNI dalam klaster pangan,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020).

Saat ini BUMN memiliki 130 ribu hektare tanah di bawah PT Perkebunan Negara (PTPN). Selain itu, ada 140 ribu lahan milik rakyat yang dikelola BUMN. Seharusnya itu semua dapat menyeimbangkan kebutuhan 3,5 juta ton gula di Indonesia, yang 36 persen di antaranya dipenuhi oleh swasta dan 800 ribu-900 ribu ton dari impor. Dengan penggabungan klaster pangan ini, diyakini BUMN dapat mengurangi impor dan selanjutnya dapat mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Bercermin dari industri kesehatan, Erick mengungkapkan, impor juga menjadi masalah krusial dalam industri pangan. “Kita masih bergantung pada asing, hal ini perlu direformasi untuk memastikan ketahanan pangan di Indonesia.”

Sementara itu untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pagebluk covid-19, Kementerian BUMN mendukung PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai induk Holding BUMN pupuk untuk menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani menjelang musim tanam kedua pada Mei-Juni 2020. Kementerian BUMN meminta agar kegiatan produksi dan distribusi pupuk tetap berjalan lancar demi menjaga ketahanan pangan Indonesia.

 

“Yang harus dijaga adalah Pupuk Indonesia dan semua anak usahanya untuk menjamin ketersediaan pupuk, sehingga dengan ketersediaan pupuk tersebut membuat petani tetap bisa bercocok tanam,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga Arya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Arya menilai penting menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi agar petani tetap produktif menghasilkan pangan. Kelancaran distribusi dan ketersediaan pupuk bersubsidi, berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan pada masa pandemi. Kelancaran produksi dan distribusi pupuk, kata dia, bisa membuat ketahanan pangan di tengah pandemi terbantu.

“Makanya, kita tetap dorong Pupuk Indonesia agar tetap bisa berproduksi dan mendistribusikan pupuk ke petani dengan baik,” kata Arya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat menyebutkan stok pupuk bersubsidi yang disiapkan hingga Lini IV atau di level kios sebesar 1,27 juta ton. Berdasarkan stok pupuk bersubsidi Nasional per 4 Mei 2020, stok yang tersedia dari Lini II sampai Lini IV, yakni untuk pupuk urea 719.532 ton; NPK sebanyak 273.550; SP-36 sebanyak 93.711 ton; ZA sebanyak 132.264 ton; dan Organik 51.179 ton. ***

 

Check Also

Bank QNB Indonesia (BKSW) Raih Pinjaman Rp 1 Triliun Dari Bank BCA (BBCA)

EmitenNews.com- PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) menyatakan pada tangga 3 Juni 2020 mendapat pinjaman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: