#
Ilustrasi Presiden Joko Widodo bersama para pekerja pembangunan Bendungan Sukamahi. Pemerintah akan merealisasikan Kartu Prakerja, April 2020. Tahap awal kartu yang disebut-sebut untuk pengangguran itu, dibagikan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Wilayah ini dipilih lebih dahulu karena tergolong banyak pengangguran. (Dok. Sekretariat Negara).

Pemerintah Realisasikan Kartu Prakerja April 2020, Penuhi Janji Kampanye Jokowi-Ma’ruf
Tahap awal kartu yang disebut-sebut untuk pengangguran itu, dibagikan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Karena tergolong banyak pengangguran. Selanjutnya ke Jawa

EmitenNews.com – Salah satu janji kampanye Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019, segera dipenuhi. Pemerintah akan merealisasikan Kartu Prakerja, April 2020. Tahap awal kartu yang disebut-sebut untuk pengangguran itu, dibagikan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Wilayah ini dipilih lebih dahulu karena tergolong banyak pengangguran.

“Jabodetabek dan Jawa Barat itu yang pertama, setelah itu menyebar. Kita awali Jabodetabek, lalu akan dapat feedback dan masif ke daerah lain,” kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko kepada pers, di Gedung Pakarti, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2020).

Menurut Moeldoko, jika pelatihan sudah berjalan dalam 2 bulan, prosesnya langsung dievaluasi. Kalau berjalan baik, menurut mantan Panglima TNI Itu, realisasi Kartu Prakerja akan dikembangkan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jumlah pengangguran di Pulau Jawa mencapai 61 persen dari total 7 juta yang tercatat. Dari jumlah itu juga sebanyak 63 persen berada di wilayah perkotaan.

Saat ini program Prakerja tinggal menunggu keluarnya peraturan presiden dalam Februari ini. Maret 2020, sudah memasuki tahap persiapan, sehingga April mendatang, program Kartu Prakerja bisa mulai berjalan.

Rencananya, lewat program ini ditargetkan bakal menyerap 2 juta penerima manfaat dalam tahun 2020. Tahun berikutnya bakal terus meningkat jumlah penerima manfaatnya. Mengutip perintah Presiden Joko Widodo, Moeldoko mengatakan, tahun 2021 bukan 2 juta lagi. Kalau ini berhasil, bisa 2 kali lipat atau lebih.

Data Badan Pusat Statistik Desember 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan yakni lulusan SMK, sebesar 10,42 persen. Lulusan SMK ini berada pada rentang usia 15-24 tahun. Untuk mengatasi tingkat pengangguran pemerintah melahirkan kebijakan kartu prakerja itu. Seberapa efektifnya kita akan lihat nanti.

Dalam Diskusi Publik Refleksi Akhir Tahun ‘Ekonom Perempuan: Mewaspadai Resesi Ekonomi Global’, di Jakarta, Jumat (20/12/2019), peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Mirah Midadan Fahmid mengatakan, program kartu prakerja belum bisa mengatasi masalah pengangguran.

Anggaran kartu prakerja tahun 2020 mencapai Rp10 triliun. Targetnya 2 juta orang bisa mengikuti program ini. Sementara itu jumlah TPT ada 7 juta orang, yang berarti hanya 30 persen yang terserap pasar.

Kartu Prakerja, kata Mirah hanya dapat menyasar pada pemberian keterampilan untuk pengangguran struktural. Yakni mereka yang kehilangan pekerjaan karena adanya teknologi baru. Bagi pengangguran friksional hanya dapat dilakukan dengan memperbaiki sektor hilir agar tercipta kecocokan.

Para peserta kartu prakerja ini nantinya hanya mendapatkan sertifikat keahlian. Sementara itu mereka tetap harus bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Kata Mirah, sertifikat pelatihan belum jadi jaminan dapat langsung terserap oleh pasar tenaga kerja atau industri. ***

 

Check Also

Bank QNB Indonesia (BKSW) Raih Pinjaman Rp 1 Triliun Dari Bank BCA (BBCA)

EmitenNews.com- PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) menyatakan pada tangga 3 Juni 2020 mendapat pinjaman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: