Pencatatan Perdana, Saham RS Hermina Turun Lebih dari 15 Persen pada Sesi I

Dana Hasil IPO Diraih Rp1,3 Triliun untuk Ekspansi

RS gen

Berita Emiten, Emiten Update Wednesday, 16th May 2018 12:09:31 PM • 5 days ago


EmitenNews– Koreksi langsung melanda saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) pada hari perdana melantai di bursa. Sejalan dengan penurunan Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun sekitar 1,38 persen sampai sesi pertama hari ini (16/05).

Saham HEAL resmi tercatat di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini (16/05). Harga saham pemilik rumah sakit (RS) Hermina itu dibuka Rp3.700 per saham.

Namun sesaat kemudian langsung turun sampai lebih dari 20 persen. Sampai sekitar 15 menit jelang penutupan sesi I perdagangan saham hari ini, saham HEAL tercatat turun Rp590 (15,95 persen) ke level Rp3.110 per saham.

Jumlah saham HEAL dicatatkan sebanyak 351.380 800 lembar atau sekitar 11,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum (IPO). Bersamaan dengan iPO, ada penawaran sekunder sebanyak 178.368.800 saham atau sekitar 6,0 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah lPO yang diserap oleh investor institusi di harga yang sama dengan harga IPO.

Selama masa penawaran (6 – 11 Mei 2018), diklaim tercatat ada kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 29 kali dari investor ritel.

Direktur Utama HEAL, dr. Hasmoro. SpAn, MM, MHA menyebut IPO merupakan tonggak strategi jangka panjang yang penting bagi Perseroan untuk memerluas jangkauan pelayanan. ”Menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan meningkatkan layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dana hasil [PO yang diperoleh Perseroan mencapai Rp1,3 triliun dan akan digunakan untuk penambahan rumah sakit baru (25 persen), pembelian alat medis (25 persen), penurunan utang Perseroan (38 persen), dan pembiayaan kebutuhan operasional lainnya (12 persen).

Hermina berencana membangun 12 rumah sakit baru dalam tiga tahun ke depan. Perseroan baru saja menyelesaikan pembangunan rumah sakit umum di Samarinda, Kalimantan Timur.

HEAL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun dan EBlTDA sebesar Rp 574,9 miliar pada tahun fiskal 2017. Dalam tiga tahun terakhir, Perseroan telah mencapai pertumbuhan rata-rata tahunan majemuk atau istilahnya Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,2 persen untuk pendapatan dan 30,8 persen untuk EBlTDA.

Pertumbuhan Perseroan didorong oleh peningkatan jumlah penduduk kelas menengah dan pengeluaran untuk kesehatan di lndonesia.

Sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar, Hermina telah melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak dimulainya program tersebut. Perseroan telah mengalami pertumbuhan pendapatan yang konsisten dengan tingkat marjin yang stabil melalui penerapan skala ekonomi dan peningkatan efisiensi operasional.

”IPO Hermina momentum yang sangat baik bagi Perseroan untuk dapat memberikan manfaat yang lebih bagi semua, terutama dalam memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat indonesia,” imbuhnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *