#
Dirut PT Jasa Marga, Desi Arryani. (Dok. Okezone).

Penyidik KPK Periksa Dirut Jasa Marga Desi Arryani dalam Kasus Korupsi 14 Proyek Fiktif
Eks Kepala Divisi III PT Waskita Karya itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fathor Rachman, mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya

EmitenNews.com – Desi Arryani akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tim penyidik KPK memeriksa Dirut PT Jasa Marga itu sebagai saksi kasus korupsi 14 proyek infrastruktur lama. Mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya itu dicecar mengenai proyek-proyek yang diduga dikerjakan oleh subkontraktor fiktif.

Kepada pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019), Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengungkapkan adanya pemeriksaan terhadap Desi itu. Pihaknya mendalami pengetahuan saksi ketika menjabat Kepala Divisi III PT Waskita Karya terutama terkait sejumlah proyek subkontrak yang diduga fiktif.

“Kami duga kasus proyek subkontraktor fiktif ini terjadi cukup Lama di perusahaan (Waskita Karya) tersebut,” kata Febri Diansyah.

Salah satu poin yang dicari KPK mengenai pengetahuan Desi terkait penunjukan sejumlah subkontraktor tersebut. Sebab, dalam proses pengerjaan proyek di perusahaan BUMN pasti ada pembicaraan antardivisi. KPK mencari tahu bagaimana alur prosesnya. Karena ada keputusan, pertemuan, pembicaraan-pembicaraan dalam sebuah perusahaan termasuk BUMN sebelum pengambilan keputusan.

“Pembicaraan itu melibatkan antardivisi, tidak satu divisi saja. Bisa jadi terkait dan diketahui pihak-pihak lain atau kepala divisi yang lain dalam perusahaan tersebut,” ucap Febri.

Dari pemeriksaan tersebut, kata Febri, KPK mengidentifikasi ada 14 proyek dalam kasus tersebut. Tak menutup kemungkinan jumlah proyek tersebut bertambah bila ditemukan bukti-bukti lain. “Setidaknya 14 proyek yang sudah kami identifikasi dan tidak menutup kemungkinan lebih dari 14 proyek. Akan ditelusuri lebih lanjut kalau buktinya cukup kuat.”

Desi diperiksa dalam kapasitas sebagai Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menjadi saksi untuk tersangka Fathor Rachman. Selain Fathor, ada Yuly Ariandi Siregar, yang juga sudah jadi tersangka. Fathor dijerat dalam kapasitasnya sebagai Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) tbk periode 2011-2013. Yuly dijerat selaku Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010-2014.

Fathor dan Yuly diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk menggarap pekerjaan fiktif. Perusahaan yang ditunjuk itu disebut-sebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

“Diduga perusahaan yang ditunjuk para tersangka tidak melakukan pekerjaan sebagaimana tertuang dalam kontrak,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Sebanyak 14 proyek fiktif itu, tersebar mulai dari Sumatera Utara hingga Papua. Antara lain proyek Bandara Kualanamu, Sumatera Utara; proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W1, Jakarta hingga proyek PLTA Genyem, Papua.

Begitu lancungnya, perusahaan-perusahaan itu tetap mendapatkan pembayaran dari PT Waskita Karya. Uang tersebut kemudian dikembalikan empat perusahaan subkontraktor itu kepada dua tersangka tersebut. Atas perbuatan mereka, negara diduga mengalami kerugian Rp186 miliar. ***

 

Check Also

Pensiunan Jenderal Gantikan Jubir Presiden di Kursi Komut PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Adhi Karya, Kamis (4/6/2020), juga menyetujui Entus Asnawi Mukhson sebagai direktur utama menggantikan Budi Harto

EmitenNews.com – Tidak ada lagi Fadjroel Rachman di kursi Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: