#
Menteri Kelautana dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Keuangan Sri Mulyani memperlihatkan keberhasilan menggagalkan penyelundupan bibit lobster. (Dok KKP News).

Perangi Penyelundupan, Ekspor Lobster Indonesia Melonjok 450 Persen
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti: Vietnam tidak punya lobster seharusnya angka ekspornya nol

EmitenNews – Aksi jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan terus memerangi berbagai kegiatan ilegal di sektor perikanan telah membuahkan hasil. Tekad kuat membasmi penyelundupan benih lobster Indonesia ke luar negeri misalnya, hasilnya positif. Kini ekspor lobster Indonesia melonjak sebesar 450 persen pada tahun 2018.

Kepada pers, di Jakarta, Rabu (13/3/2019), Menteri Susi Pudjiastuti mengatakan, selain ekspor kita meningkat luar biasa, ekspor lobster negara-negara tujuan penyelundupan, antara lain Vietnam, merosot tajam. Ekspor lobster Vietnam tahun 2012 mencapai USD18 juta, kini tinggal USD6.654.

Menteri Susi menyebutkan, semestinya penjualan lobster Vietnam nol, karena memang tidak punya lobster. “Angka USD6.654 itu baru yang terdata, belum lagi yang dimakan di dalam negeri mereka.”

Data yang dikumpulkan sampai Kamis (14/3/2019) menyebutkan, untuk meningkatkan ekspor, ketersediaan lobster, dan ekonomi Indonesia, Menteri Susi menerbitkan Peraturan Menteri No 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan Lobster. Lobster di bawah ukuran 200 gram dan bertelur tidak boleh diperjualbelikan, atau keluar dari wilayah Indonesia.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina menyodorkan data penting soal penyelundupan. Ia mengungkapkan, dari 2015 hingga 2018 terdapat 235 kasus penyelundupan lobster senilai Rp949 miliar. Dari Januari hingga Maret 2019, terdapat 11 kasus yang rata-rata berkisar di daerah Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Pantai Selatan Sumatera.

Pemerintah melalui Tim Fleet One Quick Response (F1QR) dan Satuan Tugas Gabungan Komando Armada 1 (Koarmada 1) menggagalkan upaya penyelundupan benih Lobster (BL) ilegal di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/3/2019). Perkiraan nilai benih lobster yang berhasil diselamatkan itu setara dengan Rp37,2 miliar.

Sebanyak 245.102 ekor benih lobster tersebut berhasil diselamatkan dalam operasi pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan terhadap sebuah speed boat. Penyelundupan ini termasuk yang terbesar dibanding hasil tangkapan dari operasi sebelumnya.

Susi Pudjiastuti mengatakan, itu tangkapan terbesar dalam sejarah kita. Sebelumnya yang paling banyak sekitar 120.000 ekor. Sejauh ini, barang bukti telah diamankan di kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, terdapat 44 coolbox styrofoam dan dikemas dalam 1.320 kantong plastik. Pada 41 coolbox berisi 235.438 ekor jenis benih lobster pasir, dan 3 coolbox berisi 9.664 ekor benih lobster jenis mutiara.  Lobster mutiara ini harganya paling mahal.

Benih lobster yang diselundupkan itu, diduga dari Lampung, Bengkulu, dan pintu pengeluaran dari pelabuhan tangkahan Jambi. Sejak 2015, pemerintah berhasil menangkap 235 kasus penyelundupan benih lobster, sehingga nilai rupiah yang berhasil diselamatkan Rp949 miliar.

Sesuai aturan untuk menjaga stock di alam, benih lobster tersebut  dilepasliarkan ke habitatnya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui BKIPM melepasliarkan benih lobster tersebut di Senoa, Bunguran Timur, Natuna, Rabu (13/3/2019) sore. ***

 

Check Also

Keseriusan Pemerintah Mendorong Penggunaan Mobil Listrik untuk Ciptakan Udara Bersih Dipertanyakan
Pengenaan bea masuk dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk impor membuat mahal harga mobil listrik

EmitenNews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *