Perdagangan di Bursa Meningkat, KPEI Luncurkan EAE sebagai Sistem Kliring Terbaru

RS gen

Regulator Update, Self Regulatory Organizations (SRO) Monday, 11th June 2018 3:29:23 PM • 2 weeks ago


EmitenNews– PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mulai menjalankan salah satu sistem utama terbarunya. Bagian dari Self Regulatory Organizations (SRO) pasar modal Indonesia itu mengoperasikan sistem Enhancement Architecture e-CLEARS (EAE).

EAE yang secara resmi diluncurkan  pada 31 Mei 2018 itu merupakan pengembangan dari sistem e-CLEARS sebagai sistem utama KPEI dalam menjalankan proses kliring untuk transaksi efek bersifat ekuitas dan pinjam meminjam efek.

Pengembangan sistem EAE dilakukan untuk memerbarui sistem kliring dan penjaminan KPEI, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur pasar modal Indonesia. ”Pembaharuan ini diharapkan dapat meningkatkan performance teknologi dan infrastruktur sistem, serta mengakomodir perkembangan bisnis dan pasar di masa mendatang,” ungkap Sekretaris Perusahaan KPEI, Reynant Hadi.

Dari sisi teknologi, implementasi sistem EAE dilatarbelakangi oleh tiga faktor utama:

Pertama, meningkatnya transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pencanangan peningkatan kapasitas sistem untuk melayani 2,5 juta kali transaksi. Dengan sistem EAE ini, KPEI telah menyesuaikan kapasitas data trade menjadi 2,5 juta kali atau kali 5 (lima) lebih besar dibandingkan dengan e-CLEARS lama yang memiliki kapasitas data trade 500 ribu kali transaksi. Selain itu, kapasitas settlement juga telah meningkat menjadi sekitar 1,25 juta instruksi settlement atau meningkat 8 (delapan) kali dibanding e-CLEARS sebelumnya yang memiliki kapasitas settlement sekitar 150 ribu instruksi settlement.

Kedua, kebutuhan untuk meng-upgradeinfrastruktur sesuai perkembangan teknologi.

Ketiga, adanya kebutuhan sistem lebih fleksibel yang diharapkan lebih mudah dalam menyesusiakan dengan kebutuhan tambahan produk atau proses di masa datang.

Sementara dari sisi bisnis, implementasi sistem EAE dibutuhkan untuk mengantisipasi perkembangan produk dan pasar di masa mendatang. Diharapkan KPEI tidak hanya berfungsi sebagai lembaga kliring dan Penjaminan yang melayani transaksi bursa tetapi juga untuk penyelesaian transaksi di bilateral dan over the counter(OTC).

”Selain itu, sistem EAE juga dibuat untuk mengantisipasi perluasan jenis partisipan sehingga nantinya KPEI dapat memfasilitasi masuknya partisipan lain seperti Bank Kustodian (BK) sebagai sebagai General Clearing Member, Bank, dan juga Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya,” Reynant menuturkan.

Seremonial peluncuran EAE tersebut diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), didahului dengan pembukaan perdagangan BEI, dan dilanjutkan dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada 9 Anggota Kliring (AK) yang telah berpartisipasi sebagai AK Pilot dalam pengembangan sistem EAE.

Peresmian dilakukan oleh Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Fakhri Ilmi, dan Direktur Utama KPEI, Hasan Fawzi. Turut disaksikan Lily Widjaja selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Direksi SRO, Direksi AK Pilot, serta Dewan Komisaris dan karyawan KPEI.

”Melalui implementasi sistem EAE ini, KPEI diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanannya, sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi pengguna jasa dan mendukung tujuan KPEI sebagai Qualified CCP (QCCP)” ucapnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *