Perjalanan 67 Tahun Lautan Luas (LTLS) dan Pencapaian pasca Lolos “Badai” Krisis

RS gen

Inspirasi, Profil Emiten Tuesday, 18th September 2018 1:06:39 PM • 1 month ago


EmitenNews– Melewati “badai” krisis 1998 dan 2008, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mengumumkan pencapaian hingga saat ini. Mewakili lebih dari 100 prinsipal berskala internasional, lebih dari 1.000 produk kimia, dan sekitar 2.000 pelanggan industri Indonesia dan Asia Pasifik.

”Perseroan tidak hanya mampu melewati krisis, namun juga dapat melihat adanya peluang pasar yang besar dan tepat,” Head of Corporate Communication LTLS, Ridwan Adipoetra, mengumumkan melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/09).

Ke depannya, kata Ridwan, LTLS terus mengembangkan strategi untuk beradaptasi terhadap kebutuhan Indonesia, para pelanggan, dan masyarakat di masa depan. ”Demi memertahankan tradisi melakukan yang terbaik di seluruh aktivitas kami,” terusnya.

LTLS memasuki perjalanan bisnis selama lebih dari 67 tahun dengan menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi. Berdiri sejak 13 Juli 1951 sebagai Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri, Lim Teck Lee (Indonesia) atau NV Lim Teck Lee (Indonesia) Coy. Ltd.

Perseroan mengawali usahanya sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar untuk industri batik dan makanan di Indonesia. Pada 1965, Perseroan mengubah namanya menjadi PT Lautan Luas.

Lautan Luas mendirikan pabrik asam sulfat swasta pertama di Indonesia pada 1969, menandai komitmen Perseroan di bidang manufaktur.

Pada 1970-an, LTLS menangkap peluang yang muncul sejalan dengan perkembangan sektor industri yang pesat di tanah air pada saat itu. ”Sekaligus memerluas kemampuan usaha distribusi dan manufakturnya dengan fokus pada bahan kimia khusus,” tuturnya.

Pergeseran strategis ke basis produk yang lebih luas itu mampu menyetabilkan margin laba sekaligus mengurangi paparan terhadap volatilitas pasar, serta mendorong Perseroan untuk tumbuh lebih pesat.

Ditambah dengan perkembangan pasar modal Indonesia yang dinamis. Kondisi itu memungkinkan LTLS untuk memerkuat struktur permodalannya, sehingga Perseroan dapat mengibarkan diri menjadi pemain dominan di bidang usaha distribusi dan manufaktur bahan kimia dasar dan khusus, baik di pasar domestik maupun regional.

Saat ini, LTLS mewakili lebih dari 100 prinsipal internasional, mendistribusikan lebih dari 1.000 produk kimia, dan melayani lebih dari 2.000 pelanggan dari sektor industri di seluruh Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Untuk mengawasi jaringan distribusinya, LTLS, yang berkantor pusat di Jakarta, mengoperasikan empat kantor cabang dan tujuh kantor perwakilan yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh nusantara.

Sebuah kantor regional ditempatkan di Singapura guna memantau kegiatan Perseroan di Tiongkok, Thailand, dan Vietnam.

LTLS saat ini mengoperasikan empat belas fasilitas manufaktur di Indonesia, dua di Tiongkok, dan sebuah fasilitas manufaktur bahan kimia untuk pengolahan air di Vietnam.

Usaha pendukung dan jasa LTLS terbagi atas empat perusahaan yang menawarkan jasa di bidang laboratorium, rantai pasok, teknologi informasi, dan solusi pengolahan air.

Untuk memerkuat usaha distribusi, manufaktur, dan pendukung dan jasa yang terpadu, LTLS menjalin kerja sama strategis dengan berbagai perusahaan manufaktur kimia terkemuka di dunia yang memiliki produk, teknologi, dan kompetensi tinggi di bidang penelitian dan pengembangan.

”Untuk melestarikan nilai-nilai intrinsik yang telah kami bangun selama lebih dari enam puluh enam tahun, manajemen Perseroan secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam interaksinya dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal,” Ridwan mengungkapkan.

Demi merencanakan masa depan, manajemen, menurutnya, terus melakukan upaya berkelanjutan agar dapat meningkatkan kompetensi profesional para karyawan Perseroan melalui program -program pengembangan sumber daya manusia yang intensif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *