Pertamina Alokasi Dividen Rp 8,57 triliun

RUPS Pertamina Setuju Laporan Pendapatan 42,96 Miliar Dollar Amerika

andi baco

Ekonomi Update, Makro & Moneter Wednesday, 2nd May 2018 7:44:01 PM • 3 weeks ago


 

EmitenNews –  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) menyetujui pengalokasian dividen Tahun Buku 2017 sebesar Rp8,57 triliun. Selain itu juga menyetujui laporan pendapatan 2017 (audit) naik 18 persen, menjadi 42,96 miliar dolar Amerika, dibandingkan pendapatan 2016 (audit) 36,49 miliar dolar Amerika.

Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dalam siaran persnya menyebutkan tahun 2017 penuh tantangan bagi Pertamina, dimana profil keuangan perseroan dipengaruhi tren kenaikan harga minyak mentah dan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar.

“Pertumbuhan pendapatan dipicu naiknya penjualan minyak mentah dan produk, baik di dalam negeri maupun ekspor. Sepanjang 2017, perusahaan tetap menjaga kinerja keuangan yang positif meskipun terdampak oleh dinamika harga minyak dunia,” ucap Nicke.

Sepanjang 2017, realisasi rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) mencapai 51,17 dolar Amerika per barel. Asumsi ICP berdasarkan Rencana Kerja Perseroan 2017 adalah 48 dolar Amerika per barel.

Secara umum kinerja operasional perusahaan juga membukukan pertumbuhan, yaitu produksi migas naik sekitar 7 persen, dari 650 MBOEPD (ribu barel minyak ekuivalen per hari) pada Tahun 2016 menjadi 693 MBOEPD pada Tahun 2017.

Pertumbuhan hulu migas ini dipengaruhi oleh produksi dari Banyu Urip dan naiknya produksi ladang luar negeri Pertamina. Pertamina pun mampu meningkatkan produksi panas bumi (geotermal) menjadi 3.900 GWh, atau naik 27 persen dibanding Tahun 2016 sebesar 3.043 GWh.

Hal ini disebabkan beroperasinya PLTP Ulubelu Unit 3 dan Unit 4, serta Kamojang. Pada pengolahan minyak, Perusahaan pun mampu menjaga tingkat kinerjanya, dimana hasil produk bernilai tinggi (yield valuable product) meningkat 1 persen menjadi 78,1 persen pada 2017, sementara pada 2016 sebesar 77,7 persen.

Volume produk bernilai tinggi (volume valuable product) menjadi 253,4 MMBbl (juta barel) pada Tahun 2017. Sedangkan pada sektor pemasaran, volume penjualan konsolidasi tercermin penurunan tipis 1 persen, dari 86,84 juta KL pada 2016 menjadi 85,88 juta KL pada 2017.

Dari total volume tersebut, volume Premium Penugasan dan Jawa Madura Bali (Jamali) pada 2017 mengontribusi 12,31 juta KL, naik 12 persen dari periode sebelumnya. Sedangkan, penjualan LPG PSO naik 2 persen menjadi 11,21 juta KL.

Untuk tahun 2018, perseroan menargetkan untuk menjalankan BBM Satu Harga di 67 wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur darat dan laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *