Direktorat Jenderal Pajak memastikan perubahan skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor tidak akan menitikberatkan pada penerimaan semata.

Perubahan Skema PPnBM Tidak Semata Kejar Penerimaan Negara
Pemerintah Target Peneirmaan Pajak dalam APBN 2019 Sebesar Rp 1.500 Triliun

EmitenNews – Direktorat Jenderal Pajak memastikan perubahan skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor tidak akan menitikberatkan pada penerimaan semata. Hal ini dipastikan untuk mendorong regulasi yang lebih baik bagi industri kedepannya.

Kementerian keuangn akan mengubah skema pajak penjualan atas barang mewah kendaraan bermotor, dalam usulan itu nantinya mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car bakal terkena pajak, sedangkan mobil listrik bebas pajak.

Direktur Potensi Kepatuhan Dan Penerimaan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Yon Arsal menjelaskan meski pemerintah telah menargetkan penerimaan pajak dalam APBN 2019 sebesar Rp 1.500 triliun namun bukan berarti perubahan skema PPnBM di tujukan untuk mengejar penerimaan.

“faktor penerimaan bukan penyebab kita melakukan perubahan, dampak pada penerimaan juga tidak signifikan. Apakah plus atau minus juga tak banyak dari total penerimaan. sekali lagi tujuan kebijakan itu bukan untuk penerimaan,” ucap Yon Arsal

Dari pengubahan skema PPnBM maka mobil LCGC yang sebelumnya nol persen, kini justru dikenakan sebesar 3 persen. hal itu lantaran skema baru nantinya prinsip pengenaan PnBM tidak lagi berdasarkan kapasitas mesin  tapi berdasarkan emisi yang dihasilkan.

 

Check Also

KPK Tetapkan Direktur Utama PLN Tersangka Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1
Sofyan Basir beberapa kali membantah menerima janji fee dari proyek PLTU Riau-1, yang dikerjakan pengusaha Johanes Kotjo

EmitenNews.com – KPK menetapkan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka kasus suap Proyek …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login to chat with other users!
WhatsApp chat