Perusahaan Pembayaran Asing Diminta Bekerja Sama dengan PJPS Lokal

Setelah menjalin kerja sama transaksi perusahaan pembayaran asing akan terhubung dengan sistem Gerbang Pembayaran Nasional

M Nasir

Ekonomi Update, Makro & Moneter Friday, 14th September 2018 10:10:05 AM • 1 week ago


EmitenNews – Perusahaan pembayaran asing tak boleh seenaknya. Bank Indonesia meminta mereka mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Bank sentral masih menemukan adanya transkasi pembayaran asing pada toko (merchant) yang menfasilitasi para wisatawan mancanegara di Bali.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko menyebutkan, perusahaan asing tersebut belum melakukan kerja sama dengan perusahaan penyelenggara jasa sistem keuangan (PJPS) lokal sesuai aturan yang telah ditentukan dengan BI. Atau, jika sudah bekerja sama dengan perusahaan lokal, perusahaan pembayaran asing juga harus terhubung dengan bank lokal kategori BUKU 4.

Kepada wartawan, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/9/2018), Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko menyebutkan, perusahaan asing tersebut belum melakukan kerja sama dengan perusahaan penyelenggara jasa sistem keuangan (PJPS) lokal. Kalaupun sudah bekerja sama sesuai aturan BI, perusahaan pembayaran asing juga harus terhubung dengan bank lokal kategori BUKU 4.

Onny mencatat, selama ini case-nya ada 2 macam, sudah kerja sama dengan domestik tapi belum ada bank BUKU 4-nya, atau belum ada kerja sama. Karena itu, untuk PJPS asing yang sama sekali belum menggandeng perusahaan lokal telah dihentikan sistem transaksinya. Mereka harus sesegera mungkin melakukan kerja sama dengan perusahaan switching domestik.

Jadi, sesegera mungkin PJPS asing harus menjalin kerja sama. Kalau bisa tahun ini sudah beres. Dengan begitu, turis tetap bisa datang dan menggunakan instrumen dari luar yang kerja sama dengan dalam negeri.

Onny juga menegaskan agar transaksi pembayaran setiap wisatawan mancanegara dari PJPS asing tersebut dilakukan dengan mata uang rupiah yang telah dikonversi. “Nanti untuk konversi, ada fee yang bisa dibagi antara yang di luar dan di dalam negeri, sehingga secara bisnis, fair.”

Setelah bekerja sama dengan perusahaan pembayaran dalam negeri, transaksi perusahaan pembayaran asing akan terhubung dengan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Dengan begitu, seluruh transaksi yang dilakukan dapat dimonitor dari dalam negeri.

Seperti dikutip dari laman Bank Indonesia, Jumat (14/9/2018), terdapat tiga sasaran utama implementasi GPN. Pertama, menciptakan ekosistem sistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas dan mampu melaksanakan pemrosesan transaksi yang mencakup otorisasi, kliring dan setelmen secara domestik.

Kedua, meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi. Ketiga, meyakinkan ketersediaan dan integritas data transaksi sistem pembayaran nasional guna mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter, efisiensi intermediasi dan resiliensi sistem keuangan. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *