Pesawat Jet B737 NG Lion Air yang Pertama Beroperasi di Bandara Mutiara Pascagempa Palu

Kepala BNPB, Willem Rampangilei memastikan proses pencarian dan evakuasi korban gempa Palu, Sigi dan Donggala dihentikan Kamis mendatang

M Nasir

Ekonomi Update, Makro & Moneter Tuesday, 9th October 2018 11:34:46 AM • 2 weeks ago


EmitenNews – Penerbangan Lion Air JT 3852 dengan pesawat jet B737 NG adalah yang pertama beroperasi secara terbatas pascagempa bumi dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Hal itu menandai Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu sudah mampu melayani penerbangan pesawat jet narrow body sekelas B737 seri 800 atau 900 dengan limited payload.

Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Pramintohadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10/2018), mengungkapkan, dengan pesawat jet lebih besar, lebih cepat dan lebih jauh jarak jangkaunya otomatis bisa menerbangkan bantuan baik barang maupun relawan lebih banyak ke Palu. Dengan demikian diharapkan proses evakuasi, rehabilitasi dan rekonstruksi daerah Palu dan sekitarnya bisa lebih cepat dilaksanakan.

Seperti diketahui, gempa magnitudo 7,7 disertai tsunami melanda Palu, Sigi dan Donggala dan sekitarnya, Jumat (28/9/2018) petang. Data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menunjukkan sudah 1.948 orang tewas, hilang 843 orang. Menurut Kepala BNPB, Willem Rampangilei, proses pencarian dan evakuasi korban hilang musibah itu, akan dihentikan Kamis (11/10/2018) mendatang.

Kepada pers, Senin (8/10/2018), Willem mengatakan, penghentian harus dilakukan karena identifikasi jenazah yang sudah lebih dari 10 hari akan luar biasa susah dan bisa menimbulkan penyakit. Peraturan Basarnas, pencarian dilakukan tujuh hari dan ditambah tiga hari. Pencarian dihentikan Kamis, dengan pertimbangan kalau sudah 14 hari jenazah sulit diidentifikasi.

Menurut Pramintohadi, untuk jadwal penerbangan pesawat komersial masih harus disesuaikan dengan slot yang tersedia di bandara karena kapasitasnya belum bisa 100 persen sama seperti sebelum gempa. Ada keterbatasan apron untuk parkir pesawat sehingga harus diatur agar bergantian dengan pesawat lainnya, khususnya yang membawa bantuan kemanusiaan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan bersama stakeholder terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan baik pada sisi udara maupun gedung terminal agar layanan dapat maksimal.

Karena pelayanan masih terbatas, sesuai kondisi di lapangan, untuk penumpang yang telah memiliki tiket akan diatur dan disesuaikan dengan tanggal tiketnya. Yang telah memiliki tiket dengan tanggal keberangkatan paling awal (sebelum gempa) akan didahulukan.

Penerbangan reguler yang sudah beroperasi dengan pesawat jet B737-900/B737-800/A320 adalah Lion Air dan Batik Air, sedangkan Garuda Indonesia juga sudah beroperasi menggunakan pesawat jenis B737-800 NG. Pesawat jet narrow body ini bisa mengangkut 150-200 orang atau 2 kali lipat dari kapasitas pesawat ATR 72 yang hanya bisa dilayani Bandara Mutiara SIS Al Jufri belakangan ini.

Total penumpang yang sudah bisa diangkut pesawat dari dan menuju Palu mulai 30 September hingga 7 Oktober 2018 mencapai 8.192 orang. Untuk Minggu (7/10/2018), total penumpang yang diangkut 2.535 orang. Realisasi penerbangan dari dan ke Palu, 7 Oktober, ada beberapa penerbangan, yaitu Garuda, NAM, Wings, Batik, Lion Air dan My Indo Airlines (kargo 12,2 ton bantuan dari BNPB berupa kebutuhan balita).

Mulai beroperasi juga penerbangan regular antara lain Garuda Indonesia rute Makassar-Palu dengan pesawat B737-800, Lion Air rute Makassar-Palu dengan pesawat jenis B737-900ER, Batik Air rute Makassar-Palu dengan pesawat jenis pesawat A320 dan rute Jakarta-Palu pesawat jenis B737-800 serta Wings Air rute Luwuk-Palu dan Gorontalo-Palu pesawat jenis ATR 72-600. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *