#
Maja Land, salah satu kawasan dikembangkan MYRX. Foto: MYRX

Potensi Delisting, BEI Beri Tenggat Waktu Hanson Internasional (MYRX) Hingga Awal Tahun 2022. Ini Nama Pemegang Sahamnya
Komisaris Utama : Benny Tjokrosaputro PT Hanson International Tbk. (MYRX)

EmitenNews.com- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan tentang potensi delisting emiten yang tercatat sejak 31 oktober 1990 yaitu PT Hanson International Tbk. (MYRX) yang tercatat di papan pengembangan perdagangan BEI yang telah di suspen sejak 16 Januari 2020.

Irvan Susandi Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI pada Jumat (17/7/2020) memaparkan,Berdasarkan Pengumuman Bursa No.: Peng-SPT-00002/BEI.PP3/01-2020 tanggal 16 Januari 2020 perihal Penghentian Sementara Perdagangan Efek emiten yang dimiliki oleh Benny Tjokro sebagai tersangka kasus Jiwasraya, PT Hanson International Tbk. (MYRX), serta Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, Bursa dapat menghapus saham Perusahaan Tercatat.

Baca juga: Selesaikan kewajiban Kreditur Individu, Hanson International (MYRX) Tawarkan Opsi Konversi Utang Jadi Saham

 

Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai (Ketentuan III.3.1.1).

Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 (dua puluh empat) bulan terakhir (Ketentuan III.3.2.1).

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka saham Perseroan telah disuspensi selama 12 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 16 Januari 2022, jelas Irvan

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan dapat kami sampaikan:

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama : Benny Tjokrosaputro
Komisaris : Nurharjanto
Komisaris Independen : Venkata Ramana Tata
Direktur Utama : Raden Agus Santosa
Direktur : Rony Agung Suseno
Direktur : George Ignasius Ratulangi
Direktur : Adnan Tabrani

Susunan Pemegang Saham berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Desember 2019:

PT ASABRI (Persero) 4.682.557.200 lembar saham atau 5,40 persen
Benny Tjokrosaputro 3.685.467.431 lembar saham atau 4,25 persen
Masyarakat 78.335.196.161 lembar saham atau 90,35 persen
Jumlah 86.703.220.792 lembar saham 100 persen

Bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Perseroan, dapat menghubungi Bapak Rony Agung Suseno dengan nomor telepon (021) 521-3555 selaku Sekretaris Perusahaan. Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh Perseroan.(Rizki)

Check Also

BEI Targetkan 30 Pencatatan Efek Baru Pada 2021
Dalam upaya mewujudkan aspirasi BEI tersebut, sejumlah inisiatif telah ditetapkan dalam 4 Pilar Utama Pengembangan

EmitenNews.com- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku salah satu Self-Regulatory Organization(SRO) terusberupaya untuk fokus pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: